RADARSEMARANG.ID - Kabupaten Pemalang menyimpan banyak destinasi wisata alam baik di daerah pegunungan maupun dataran rendah.
Beberapa wisata alam tersebut menawarkan keindahan masing-masing yang membuat para pengunjung betah menikmatinya.
Selain keindahan, wisata alam di Pemalang juga menawarkan keunikan bahkan ada mitos yang terkandung didalamnya.
Salah satunya adalah Gunung Gajah, sebuah wisata alam berberupa bukit yang menawarkan keunikannya yaitu berbentuk seperti seekor gajah raksasa.
Bentuknya yang seperti sosok seekor gajah kemudian warga sekitar menamakannya Gunung Gajah.
Gunung Gajah terletak di Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang dan lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Tegal.
Gunung unik ini memiliki ketinggian 1.100 Meter diatas permukaan laut, gunung ini bukanlah gunung berapi aktif melainkan sebuah bukit batu besar yang ditumbuhi banyak tanaman diatasnya.
Pada puncaknya terdapat goa kecil yang dikenal dengan Goa Lawa, disekitarnya ditumbuhi banyak tanaman dan terdapat banyak monyet yang berkeliaran disekitarnya.
Wilayah Gunung Gajah berdekatan dengan Situs Purbakala Semedo yang ada di sisi barat, sehingga banyak yang mengaitkannya dengan peradaban pada masa purbakala.
Wilayah tersebut banyak ditemukan beberapa fosil binatang purba seperti gajah purba, harimau, kerang-kerangan, dan hewan laut lainnya.
Dibalik keindahannya, Gunung Gajah juga menyimpan banyak mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitar.
Menurut keyakinan masyarakat sekitar, monyet yang terdapat di Gunung Gajah merupakan jelmaan dari orang- orang yang sudah dikutuk karena lalai dengan perintah Tuhan.
Gunung Gajah juga disebut oleh masyarakat sebagai kerajaan siluman binatang terbesar karena berbentuk seperti seekor gajah.
Selain itu, Goa Lawa yang terdapat di puncak gunung disebut sebagai tempat bertapa sesepuh pendiri desa pada zaman dahulu dan tempat bersemayam makhluk gaib penghuni Gunung Gajah.
Keindahan dan keunikannya membuat masyarakat banyak mengunjungi tempat ini sebagai sarana rekreasi pelepas penat, saat ini aksesnya juga semakin mudah.
Terdapat dua akses untuk menjangkau keindahan dan keunikan Gunung Gajah, yang pertama dapat melalui Desa Kejene, Randudongkal.
Kondisi jalan di jalur alternatif ini sudah beraspal dan perjalanan menuju gunung dapat ditempuh menggunakan kendaraan.
Dibutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Jalur kedua melalui Desa Kedung Jati, Warureja, Kabupaten Tegal yang akan tembus ke Desa Gongseng bisa dikatakan jalur ini adalah yang paling mudah dijangkau dari Pantura.
Pada jalur ini, perjalanan menuju gunung dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dengan melewati beberapa perkampungan warga.
Selain itu juga terdapat jembatan gelagar besi yang menjadi penghubung dari Kedung Jati menuju Desa Gongseng dan diteruskan ke gunung Gajah. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi