RADARSEMARANG.ID - Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral yang menunjukkan mobil putih diamuk massa.
Peristiwa tersebut diduga setelah sang sopir melakukan serangkaian tabrak lari di jalan raya kota Solo.
Adapun peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (14/10) di wilayah Kali Larangan, Kecamatan Serengan, Solo, dan berlanjut hingga Sukoharjo.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat sebuah mobil putih terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan pemotor.
Aksi itu terekam kamera CCTV yang menunjukkan mobil putih tersebut melaju kencang di sebuah gang, dan videonya viral di media sosial.
Di belakang mobil putih tersebut terlihat beberapa pengendara motor yang berusaha mengejar hingga menarik perhatian warga sekitar.
Namun, dalam video lain, sebuah mobil putih yang diduga masih sama terekam kamera CCTV membelokkan kendaraanya ke dalam SPBU.
Tak lama kemudian terlihat pengendara motor menghalangi jalan mobil tersebut dengan memparkir didepannya seolah mencegatnya.
Mobil putih tersebut tampak ingin melarikan diri, namun sempat terhenti lantaran jalannya terganjal motor yang menghalanginya tadi.
Kemudian terlihat beberapa warga langsung mendatangi mobil tersebut hingga terjadi amukan massa yang tak terkendali.
Terlihat amukan massa tampak marah dengan aksi pemukulan. Ada juga yang naik ke bagian depan kap mobil hingga membuat kaca depan mobil rusak.
Meski demikian, sang sopir seolah tak menyerah melarikan diri dengan menancap gas dan melindas motor yang ada di depannya.
Dari video viral lain yang beredar, menunjukkan mobil putih itu terhenti dengan sejumlah massa yang tampak ingin mengeroyoknya.
Diperkirakan amukan massa semakin tinggi, bagian kaca mobil terlihat ada yang pecah, dan mereka memaksa pengemudinya keluar.
Kemudian pengemudi tersebut terlihat didekap oleh seorang kurir makanan, di tengah kerumunan massa yang tampak mengamuk.
Namun demikian, pengemudi terlihat berusaha melarikan diri dan masuk ke sebuah gedung perkantoran.
Massa pun mengikutinya ke gedung tersebut yang diketahui merupakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Solo di kawasan Purwosari, Laweyan.
Diketahui lebih lanjut, mobil putih dalam kejadian merupakan Mobil Nissan Livina dengan nomor polisi AD 1182 VH.
Sementara pengemudi diketahui seorang mahasiswa berinisial ABP yang tampak mengenakan jas almamater kampus dengan warna merah hati.
ABP seolah melarikan diri dari tempat kejadian dengan meninggalkan jejak kerusakan di sepanjang perjalanan.
Menurut keterangan dalam video viral ini, Mobil ABP menabrak beberapa kendaraan dan sepeda motor hingga menyebabkan kerusakan signifikan.
“Seko pom bensin kono kui loh nabraki wong-wong, korbane akeh,” seorang dalam video viral mobil putih ini.
“Akhirnya ketangkep di purwosari, digebukin orang , nangis2, sebelum ketangkep nabrak orang beberapa kali terakhir nabrak ibu dan anak 1 tahun , patah tulang,” tulis warganet @fitriandrn11.
Seorang pengguna media sosial X @heruyus65412 bercerita “Tabrak lari, seko kalirangan nabrak cah SMP bablas terus tekan Gentan nabrak ibu-ibu".
“Terus tekan Al-Aqso nabrak wong neng ngarep masjid terus tekan 'Pajang" nabrak ibu2 neh. Neng ngarep 'Pom Pajang' terus nabrak ibu" mbi anak umur 1 tahun tekan kap mobil lagi mandek, di massa. Korban patah kaki 3 wong montor e total 15 sing rusaj sing Ibu' mbi anak'e patah tangan”.
Dalam terjemahan bahasa Indonesia maksudnya adalah “Tabrak lari, dimulai dari daerah Kalirangan, menabrak seorang anak SMP, lalu terus melaju hingga Gentan dan menabrak seorang ibu-ibu”.
“Kemudian, mobil tersebut sampai ke Al-Aqso dan menabrak orang di depan masjid, lalu ke daerah Pajang dan menabrak ibu lainnya”.
“Di depan Pom Pajang, mobil tersebut menabrak ibu dan anak berusia 1 tahun hingga terlempat diatas kap mobil. Saat mobil sedang berhenti, diamuk massa”.
“Korban patah kaki berjumlah 3 orang, sedangkan kendaraan yang rusak total jumlahnya 15, korban Ibu-ibu dan anaknya mengalami patah tangan.
Diperkirakan kepanikan pengemudi muda ini mendorongnya untuk terus melaju tanpa berhenti, namun malah memperparah situasi.
“Iya kak, mobilnya masuk gang kecepatan 60-70. Sama kabarnya ada anak batita nyangkut di atas/kap mobil. Ngeri bgt dah, pantes pada geram. Padahal mahasiswa tapi to**l gitu,” tulis warganet @perpendek.
Editor : Baskoro Septiadi