“Lomba dayung tradisional menjadi salah satu tradisiKabupaten Batang yang sudah saya tetapkan,” sebut Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki usai membuka acara di Sungai Klidang Lor, Kecamatan Batang, Minggu (23/4/2023).
Tahun ini perlombaan sudah digelar di arena baru yang telah dibangun dengan menghabiskan dana sebesar Rp 36 miliar dari Kementerian PUPR.“Arena perlombaan yang dibangun sepanjang 500 meter sekaligus normalisasi sungai klidang lor dengan ada tribun untuk 500 penonton,”terangnya.
Tradisi ini sudah dilakukansejak 43 tahun yang lalu. Awalnya hanya diikuti nelayan dari Batang, sebagai ajang silaturahmi antara nelayan setempat. Namun, belakangan ini tradisi ini juga diikuti peserta dariluar daerah. Pada tahun ini, diikuti 400 tim. Yang mana nelayan dari eks Karesidenan Pekalongan Pemalang hingga Brebes serta daerah sekitar Kendal juga turut serta.
Tak hanya berbekal keahlian mendayung, setiap tim juga mempersiapkan diridengan baik. Dari kapal yang dicat menarik, hingga seorang petugas penyemangat membawa tetabuhan. Dari pantauan di lapangan lomba dayung kali ini menyedot antusiasme warga. (han/bas) Editor : Agus AP