Berbeda dengan sebelum pandemi, pusat penjualan barang antik di Semarang itu dulunya sangat ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah. Bahkan kolektor barang antik dari mancanegara kerap datang kesana untuk berburu koleksi-koleksinya.
“Sejak pandemi penjualan menurun hingga kurang lebih 50 persen,” ungkap Agus, pedagang barang antik di tempat yang juga dikenal dengan nama pasar Klitikan Kota Lama itu.
Agus menerangkan, jangankan untuk membeli barang antik untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sulit di masa pandemi kemarin. “Dalam setiap minggunya pasti ada saja yang membeli tapi ya gak serame sebelum pandemi, paling dalam satu minggu adalah satu atau dua barang yang terjual,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/7/2022)
Hal senada juga di rasakan oleh pedagang lainnya, Sugeng. Penurunan omzet juga dia rasakan selama pandemi covid-19. “Lebih lagi pas awal-awal covid, Mbak. Kita tutup kios kurang lebih 4 bulan. Jadi memang kerasa banget dampaknya covid-19 ini,” paparnya. (mg13/mg14/bas) Editor : Agus AP