Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gallery Walk Kontes Rumah Impian atau Uchi no Kontesuto

Agus AP • Rabu, 9 November 2022 | 21:38 WIB
Nur Adina Choirina, S.S
Nur Adina Choirina, S.S
RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa Jepang kelas XI semester ganjil kompetensi dasar KD 3.1. Menggambarkan lingkungan rumah (uchi) yang terdapat pada teks interaksi interpersonal lisan dan tulis dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan sesuai konteks penggunaannya.

Penulis melakukan pembelajaran bahasa Jepang tentang rumah Jepang berbasis keterampilan abad 21 4C (collaboration, critical thinking, communication, dan creativity) dengan model pembelajaran PBL (project based learning). Atau pembelajaran berbasis proyek menggunakan metode gallery walk.

Gallery walk terdiri dari dua kata yaitu gallery dan walk. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan produk, karya atau gagasan kepada khalayak ramai. Sedangkan walk artinya berjalan.

Menurut Silberman (2006 : 274), gallery walk atau galeri belajar merupakan suatu cara untuk menilai dan mengingat apa yang telah peserta didik pelajari selama ini.

Alur pembelajaran berbasis proyek kontes membuat rumah impian dengan metode gallery walk yaitu pertama, posutā purojekuto atau proyek poster. Prosedur kegiatan pembuatan proyek poster yaitu guru menjelaskan tujuan pembuatan proyek poster desain rumah, Peserta didik dibagi dalam kelompok.

Satu kelas berjumlah 36 orang, dibuat 7 kelompok yang beranggotakan 5 – 6 orang.
Terdapat 3 tema rumah yang bisa dipilih. Yakni rumah yang ditinggali tiga generasi (nenek/kakek, anak dan cucu), rumah keluarga besar yang mempunyai banyak anak. Dan bebas (rumah keluarga kecil, rumah pengantin baru, rumah singgah, dan lain-lain).

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok menentukan tema rumah yang akan dibuat. Peserta didik membuat poster rumah dengan mengacu pada contoh poster yang diberikan guru, kemudian menggambar dan menuliskan nama ruangan dan nama benda dengan bahasa Jepang.

Peserta didik berlatih presentasi di dalam kelompok dalam bahasa Jepang menggunakan kosakata dan pola kalimat yang telah dipelajari. Siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia bilamana diperlukan untuk menjelaskan lebih detail tentang rumah tersebut.

Kedua, purezenteeshon atau presentasi metode gallery walk. Peserta didik memajang posternya pada tempat yang sudah ditentukan di dalam kelas.

Peserta didik menunjuk satu orang perwakilan kelompok untuk bertugas mempresentasikan posternya di tempat yang telah ditentukan. Anggota kelompok yang tidak bertugas, akan mengunjungi poster kelompok lain.

Batas waktu presentasi dan tanya jawab dalam satu kelompok yaitu 5 menit. Setelah 5 menit, mereka akan berkunjung ke poster kelompok lain, sampai akhirnya mereka mengunjungi semua poster.
Guru membagikan stik note berbentuk bintang kepada semua anggota kelompok yang tidak bertugas.

Masing-masing mendapatkan satu buah stik note untuk ditempelkan pada denah rumah yang disukai. Kelompok yang paling banyak mendapat stik note bintang adalah pemenang.

Kelompok pemenang selanjutnya mempresentasikan posternya di depan kelas. Peserta didik yang lain boleh berpendapat, memberikan komentar atau bertanya jawab.

Saat kegiatan gallery walk penulis dapat melihat peserta didik kelas XI SMAN 7 Semarang menjadi lebih aktif dan bersemangat mencari kosakata atau gambar dari berbagai sumber untuk menyelesaikan proyek mereka. Peserta didik menemukan banyak kosakata yang belum pernah diajarkan.

Peserta didik aktif bertanya ke guru atau mencari sendiri dengan googling. Penulis memberikan batasan supaya peserta didik tidak terlalu banyak menggunakan kosakata di luar tema uchi atau rumah. Peserta didik membuat poster diawali dengan merencanakan, melaksanakan hingga akhirnya menyelesaikan proyeknya.

Mereka juga belajar mengatur waktu. Sehingga proyek bisa selesai sesuai jadwal yang sudah disepakati. Metode gallery walk ini juga bertujuan melatih siswa untuk memberikan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. (ut/lis)


Guru Bahasa Jepang SMA Negeri 7 Semarang Editor : Agus AP
#Gallery Walk #Nur Adina Choirina #Rumah Impian #Uchi no Kontesuto