Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengenal Games Words Web untuk Pembelajaran Bahasa Inggris

Agus AP • Selasa, 2 Februari 2021 | 20:52 WIB
Tanti Kartikasari
Tanti Kartikasari
RADARSEMARANG.ID, Salah satu penyebab pembelajaran bahasa Inggris terasa membosankan adalah karena rendahnya pengetahuan murid tentang kosakata bahasa Inggris. Murid akan susah memahami penjelasan guru karena mereka tidak mengerti apa yang dikatakan oleh guru. Dalam masalah ini, peran guru selain menjelaskan materi sesuai Rancangan Program Pembelajaran juga mengajarkan murid untuk menghafal kosakata bahasa Inggris agar murid lebih mudah memahami pembelajaran bahasa Inggris.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis, proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP N2 Bukateja belum maksimal karena beberapa kendala, baik dari sarana maupun metode yang biasa-biasa saja. Sehingga hasil yang dicapai tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Pembelajaran bahasa Inggris akan terasa menyenangkan dan tidak membosankan jika dilaksanakan metode pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan metode permainan atau games. Metode games akan menciptakan suasana pembelajaran yang fun dan memudahkan murid untuk memahami materi. Bakhsh (2016) menyatakan mengajar menggunakan games dapat memotivasi siswa dan meningkatkan minat mereka dalam menggunakan bahasa yang sedang dipelajari. Menurut Gaudart (1999) permainan dalam dunia pendidikan dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: Card Games, Board Games, Simulation Games, Party-type Games.

Media games bersifat fleksibel sehingga suatu permainan dapat digunakan di berbagai tujuan pendidikan. Selain tidak membosankan, metode permainan dalam pembelajaran juga memberi banyak manfaat lainnya. Lee Su Kim (1995) menyebutkan manfaat dari pembelajaran menggunakan media games, yait menjadi selingan dari pembelajaran yang membosankan, teknik yang memotivasi dan menyenangkan, membangun dan mempertahankan semangat belajar siswa.

Setiap guru bisa membuat peraturan sendiri sesuai kreativitas masing-masing guru. Permainan kosakata yang sangat populer dan banyak digunakan untuk media pembelajaran yaitu Scrabble, Hangman, dan Anagram. Selain permainan tersebut, ada permainan lain yang bisa dilakukan secara berkelompok, yaitu Words Web. Words Web adalah permainan untuk mengasah ingatan kosakata siswa, melatih kerja sama, dan meningkatkan aktivitas siswa. Media dan alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu spidol dan papan tulis. Guru menyiapkan kata inti yang akan digunakan untuk permainan. Permainan Words Web melatih kecepatan murid untuk menemukan sebuah kata yang berhubungan dengan kata tertentu, sehingga murid dituntut untuk lebih kreatif dan aktif dalam pembelajaran.

Dalam permainan Words Web kelas dibagi menjadi dua kelompok besar. Setiap kelompoknya berbaris memanjang menghadap papan tulis yang sudah dibagi menjadi dua kolom. Guru akan menentukan waktu permainan dan memberikan satu kata tema yang berbeda pada setiap kelompok. Hal ini bertujuan agar murid lebih banyak mengenal kosakata baru. Setelah permainan dimulai, siswa di baris pertama menuliskan kata tema di tengah kolom dan menuliskan 1 kata yang berhubungan dengan tema tersebut lalu hubungkan kata yang ditulis dengan kata tema. Setiap siswa hanya diperbolehkan menulis 1 kata yang berbeda dan dilakukan dengan cepat. Permainan berlanjut ke baris ke dua dan seterusnya, siswa yang sudah menuliskan 1 kata selanjutnya berpindah ke baris paling belakang.

Penentuan pemenang dilihat dari kelompok yang menuliskan jejaring kata terbanyak berdasarkan waktu yang ditetapkan. Setelah permainan selesai, dilanjutkan permainan kedua yaitu membuat teks deskriptif. Setiap kelompok harus membuat satu karangan deskriptif berdasarkan kata yang tertulis. Kelompok yang dapat membuat karangan deskriptif dengan benar dan tepat maka ialah pemenangnya. Permainan Words Web bertujuan untuk menambah dan mengasah kosakata siswa serta melatih siswa untuk membuat karangan deskriptif.
Dengan menerapkan metode permainan tidak hanya murid yang dituntut untuk kreatif, namun juga guru harus bisa menyajikan pembelajaran yang menarik sehingga murid lebih bersemangat untuk belajar. Metode belajar yang sesuai kebutuhan siswa dan menarik minat siswa untuk belajar secara efektif dapat membantu siswa menguasai bahasa Inggris. (btj2.1/lis)



Guru di SMP Negeri 2 Bukateja, Kec. Bukateja, Kabupaten Purbalingga Editor : Agus AP
#Bahasa Inggris #SMP