Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Imbas Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Hanyut, Kegiatan KKN di Desa Getas Kendal Dihentikan Sementara

Ida Fadilah • Rabu, 5 November 2025 | 23:35 WIB

 

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Walisongo Semarang, Akhmad Fauzin
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Walisongo Semarang, Akhmad Fauzin

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menghentikan sementara kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Sikap itu diambil sebagai tindak lanjut atas kejadian hanyutnya enam mahasiswa di Sungai Singorojo.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Walisongo Semarang, Akhmad Fauzin menjelaskan, posko KKN di lokasi kejadian sementara dihentikan.

Sedangkan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi akan mendapat pendampingan psikologis.

"Untuk yang posko khusus di peristiwa di Getas itu sisanya itu kita proses pending dulu. Kemudian akan didampingi oleh psikolog," ucapnya usai melakukan salat ghaib dan doa bersama di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Rabu (5/11/2025).

Meski begitu, di posko lain KKN tetap berjalan. Pasalnya program akademik di masyarakat telah dirancang.

Namun, dirinya mengimbau pada peserta KKN agar lebih berhati-hati dan mematuhi protokol kegiatan lapangan.

"Sisanya tetap berjalan karena ini program juga. Kami sampaikan imbau kepada teman-teman KKN untuk berhati-hati dalam berkendara, kemudian kenali dulu medan. Dalam melaksanakan kegiatan itu harus mengikuti dan mematuhi peraturan yang telah ditentukan untuk menghindari sesuatu yang kurang diinginkan," tandasnya.

Dalam proses penanganannya, ia memastikan, seluruh mahasiswa peserta KKN telah didaftarkan dalam program asuransi jiwa.

“Yang meninggal akan mendapatkan haknya sebagai ahli waris. Peserta KKN memang semuanya sudah diasuransikan,” jelasnya.

Akhmad juga mengupdate kondisi korban. Hingga Rabu siang, lima mahasiswa telah ditemukan meninggal dunia, sedangkan satu orang masih dalam pencarian.

"Enam mahasiswa terbaik kita mengalami musibah saat KKN di Desa Getas. Tiga ditemukan pada hari kejadian, dua lainnya ditemukan hari ini dan sudah dibawa keluarga masing-masing ke Jepara dan Gresik," ujar Akhmad.

Dirinya terus memanjatkan doa karena satu mahasiswa lainnya, atas nama Nabila Yulian Desi, hingga kini masih belum ditemukan.

Adapun jadwal KKN UIN Walisongo berlangsung selama 40 hari. Hingga kini, baru berjalan separuh waktu. Atas insiden ini, pihaknya terus melakukan evaluasi menyeluruh.

Di sisi lain, Akhmad menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kendal atas perhatian dan bantuan dalam penanganan musibah ini.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Kendal dan jajaran yang telah membantu evakuasi dan pemulasaraan jenazah di RSUD Wongsonegoro. Bahkan Menteri Agama juga sudah menghubungi Pak Rektor untuk menyampaikan duka dan perhatian,” pungkasnya.

Hari ini, kampus UIN telah menggelar sholat ghaib dan doa bersama atas insiden hanyutnya enam mahasiswa tersebut.

Kegiatan sholat ghoib tersebut berlangsung di masjid kampus III, kampus II, dan kampus I.

“Kami mengimbau seluruh mahasiswa dan dosen melaksanakan sholat ghaib, baik berjamaah maupun secara individu, memohon pertolongan Allah agar korban terakhir segera ditemukan,” tambahnya.

Selain itu, pihak kampus mengimbau agar seluruh pelaksanaan belajar mengajar diawali dengan mendoakan para korban. (ifa)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#UIN Walisongo Semarang #KKN