Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disnaker Catat 50 Ribu Warga Semarang Menganggur

A
Penulis: Adennyar Wicaksono❯
CARI PEKERJAAN : Para pencari kerja ketika mengantri memasukkan lowongan dalam Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang
CARI PEKERJAAN : Para pencari kerja ketika mengantri memasukkan lowongan dalam Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Angka pengangguran di Kota Lunpia saat ini masih cukup tinggi, yakni sekitar 5,56 persen atau sekitar 50 ribu orang, berdasarkan data terbaru yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Semarang, Sutrisno, menjelaskan untuk mengurangi angka pengangguran, pihaknya kerap menggelar job fair agar bisa dimanfaatkan para pencari kerja.

Event ini sendiri menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Semarang (HJKS) ke-479, dan digelar di yang digelar Pemkot di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang.

"Kita gelar job fair selama dua hari, hari ini dan besok Kamis (7/5). Kita melibatkan puluhan perusahaan yang membuka lowongan kerja," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/5).

Total kata dia, ada 1.300 lowongan yang disiapkan. Termasuk empat perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Advertisement

Dia menerangkan angka pengangguran di Kota Semarang saat ini berada di angka 5,56 persen atau sekitar 50 ribu orang.

"Pada tahun ini, Disnaker Kota Semarang menarget penyerapan tenaga kerja di Semarang mencapai sekira 1.700-an," jelasnya.

Dia menjelaskan kolaborasi lintas sektor terus didorong untuk menekan angka pengangguran ini. 

Salah satunya dengan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja, serta dunia usaha.

"Kami bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan. Semangatnya satu yakni mengurangi pengangguran,"ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Wakil Ketua Fraksi PPP sekaligus Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ja'far Shodiq, menegaskan bahwa ratusan ribu penganggur tersebut bukan sekadar

Pengangguran Muda Capai 17,4 Persen, Skill Mismatch Jadi Sorotan

Pengangguran Muda Capai 17,4 Persen, Skill Mismatch Jadi Sorotan

Mengapa anak muda Indonesia sulit mendapat kerja? Ini penyebabnya, mulai dari skill mismatch, minimnya pekerjaan formal, tuntutan pengalaman hingga dampak AI.

Pekerja Informal Melonjak, Setya Arinugroho Minta Lapangan Kerja Formal Diperluas

Pekerja Informal Melonjak, Setya Arinugroho Minta Lapangan Kerja Formal Diperluas

Pekerja Informal Melonjak, Setya Arinugroho Minta Lapangan Kerja Formal Diperluas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer