Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengangguran Muda Capai 17,4 Persen, Skill Mismatch Jadi Sorotan

Sulistiono
Penulis: Sulistiono❯
Ilustrasi: Fenomena anak muda sulit mendapat pekerjaan semakin menjadi perhatian di tengah ketatnya persaingan kerja, tuntutan keterampilan, dan perubahan kebutuhan industri akibat perkembangan teknologi serta AI.(ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Fenomena anak muda sulit mendapat pekerjaan semakin menjadi perhatian di tengah ketatnya persaingan kerja, tuntutan keterampilan, dan perubahan kebutuhan industri akibat perkembangan teknologi serta AI.(ai/Sulistiono)

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID - Mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah atau kuliah kini tidak selalu semudah mengirim lamaran dan menunggu panggilan wawancara. Banyak anak muda harus menghadapi persaingan yang semakin ketat, tuntutan pengalaman kerja, hingga persyaratan keterampilan yang terus berubah mengikuti perkembangan dunia industri.

Fenomena tersebut bukan sekadar perasaan para pencari kerja. Data terbaru menunjukkan persoalan ketenagakerjaan anak muda di Indonesia masih cukup serius. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) kelompok usia 15–24 tahun mencapai 17,4 persen. Pada saat yang sama, sebanyak 48 persen perusahaan di Indonesia mengaku kesulitan memperoleh tenaga kerja dengan kompetensi yang memadai.

Advertisement

Kondisi tersebut memunculkan sebuah paradoks. Di satu sisi, anak muda kesulitan mendapatkan pekerjaan. Namun di sisi lain, perusahaan justru mengaku kesulitan menemukan talenta yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik kondisi tersebut?

Bukan Sekadar Kurang Lowongan Kerja

Advertisement

Salah satu persoalan utama adalah skill mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara kemampuan pencari kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Kementerian Ketenagakerjaan menilai ketidaksesuaian kompetensi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menyebabkan tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Perubahan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan otomasi membuat kebutuhan industri bergerak jauh lebih cepat. Akibatnya, keterampilan yang dibutuhkan perusahaan juga terus mengalami perubahan. Memiliki ijazah pun belum tentu cukup untuk membuat seseorang langsung terserap ke dunia kerja.

Perusahaan kini semakin mencari kandidat yang tidak hanya mempunyai latar belakang pendidikan sesuai, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan praktis. Kemampuan beradaptasi, komunikasi, pemecahan masalah, serta penguasaan teknologi menjadi sejumlah kompetensi yang semakin penting dalam proses rekrutmen.

1 Juta Lebih Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur

Masalah ini bahkan menyentuh kelompok yang selama ini dianggap mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan. Data BPS yang dikutip Kemnaker menunjukkan jumlah pengangguran dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi mencapai 1.033.182 orang per Mei 2026.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi belum otomatis menjadi tiket masuk ke pasar kerja. Perubahan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut. Sejumlah jenis pekerjaan berkembang sangat cepat akibat digitalisasi dan AI, sementara sebagian kurikulum pendidikan belum selalu bergerak dengan kecepatan yang sama.

Ketika Lulusan Bekerja Tidak Sesuai Jurusan

Persoalan lainnya adalah ketidaksesuaian antara pekerjaan dan latar belakang pendidikan. Tidak sedikit lulusan akhirnya bekerja di bidang yang berbeda dari jurusan yang mereka tempuh. Kondisi tersebut dapat terjadi karena pilihan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah lulusan atau karena perusahaan lebih membutuhkan keterampilan tertentu dibandingkan gelar akademik tertentu.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kenapa Anak Muda Sekarang Mulai Memburu Honda GL Pro? Ternyata Bukan Cuma Soal Nostalgia

Kenapa Anak Muda Sekarang Mulai Memburu Honda GL Pro? Ternyata Bukan Cuma Soal Nostalgia

Honda GL Pro kembali dilirik anak muda. Bukan sekadar motor lawas, desain klasik, mudah dimodifikasi, dan nilai nostalgia membuat GL Pro semakin menarik.

Sulit Cari Kerja? Ini 7 Kesalahan CV yang Sering Membuat Lamaran Tak Dilirik

Sulit Cari Kerja? Ini 7 Kesalahan CV yang Sering Membuat Lamaran Tak Dilirik

Sudah berkali-kali mengirim lamaran tetapi belum juga mendapat panggilan interview? Jangan buru-buru menyalahkan persaingan kerja. Bisa jadi CV yang dikirim memiliki kesalahan

5 Pekerjaan yang Mulai Banyak Dicari, Tak Selalu Harus Punya Gelar Tinggi

5 Pekerjaan yang Mulai Banyak Dicari, Tak Selalu Harus Punya Gelar Tinggi

Ada sejumlah pekerjaan yang kini semakin dibutuhkan dan tidak selalu mensyaratkan gelar tinggi. Berikut 5 pekerjaan yang punya peluang kerja menarik di tengah perubahan dunia kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer