
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
"Ini menjadi krusial guna memastikan seluruh hewan yang diperdagangkan memenuhi standar kesehatan, kelayakan fisik, dan kesesuaian syariat Islam," ungkapnya.
Kakung, sapaan akrab Sarif menekankan bahwa pengawasan yang lemah berisiko meningkatkan peredaran hewan ternak yang sakit, yang tidak hanya merugikan masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga dapat membatalkan keabsahan ibadah kurban itu sendiri.
Berdasarkan ketentuan syariah dan kesehatan, hewan kurban harus dalam kondisi aktif, memiliki nafsu makan baik, serta bebas dari cacat fisik seperti pada bagian ekor maupun telinga.
"Hewan kurban harus benar-benar bebas dari penyakit agar aman dikonsumsi masyarakat saat proses penyembelihan nanti," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Secara khusus, Kakung menyoroti ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menghantui populasi ternak sapi, kambing, dan domba.

Gejala klinis seperti luka pada mulut dan kaki, demam tinggi, serta kondisi tubuh yang lemah harus diwaspadai secara serius oleh petugas di lapangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




