RADARSEMARANG.ID, Semarang — Salat Tarawih, yang dilakukan umat Muslim selama bulan Ramadan, bukan hanya memiliki keutamaan spiritual, tetapi juga membawa berbagai manfaat kesehatan.
Gerakan dalam Salat, yang dilakukan berulang kali selama Tarawih, dapat memberikan efek positif bagi tubuh, mulai dari meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki sirkulasi darah, hingga membantu mengelola stres.
Sejumlah penelitian ilmiah mendukung manfaat fisik dari ibadah ini, menjadikannya sebagai bentuk aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Uniknya, manfaat Salat tarawih ini telah disabdakan oleh Nabi Muhammad saw dan dapat dijelaskan dari aspek kesehatan.
Al-Hafiz Adz-Dzahabi menafsirkan dan menjelaskan sebuah hadits dalam kitab Thibbun Nabawi sebagai berikut:
وقد تقدم قوله عليه الصلاة والسلام: أَذِيبُوا طَعَامَكُمْ بِالذِّكْرِوَالْكَلَامِ عَلَيْهِ. وهذا أحد اللأسباب في سنّ صلاة التراويح، ففي الصلاة خير الدنيا والآخرة بما نازل القوة من تجليات باريها وخالقها، فعند ذلك تدفع ما عندها من الأمراض والأسقام البدنية وينكشف لهاأخلاق النفس الدنية فتتشمر لتكميلها وتركيبها
Artinya, “Kami telah mengutip hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Cernalah makananmu dengan menyebut nama Allah dan dengan pembicaraan tentang-Nya.” Ini adalah salah satu alasan mengapa Salat tarawih itu sesuatu yang disunahkan. Jadi, dari Salatlah sesuatu yang terbaik di dunia dan di akhirat itu diturunkan. Dari Salat inilah muncul kekuatan yang mengalir dari pandangan terhadap Allah, Sang Pencipta, yang penuh berkah, dan itulah sebabnya Salat mengusir segala sesuatu yang berkaitan dengan sakit dari badan dan menyingkapkan hakikat sejati manusia kepadanya, sehingga dia dapat berusaha menyempurnakan apa yang baik dan menanggalkan apa pun yang buruk.” (Adz-Dzahabi, Thibb An-Nabawi, [Beirut, Dar Ihyaul Ulum: 1990], halaman 284).
Berdasarkan penjelasan tersebut, Al-Hafiz Ad-Dzahabi menafsirkan bahwa Salat tarawih merupakan kesunahan yang di dalamnya mengandung banyak dzikir.
Dzikir dalam Salat tarawih akan membantu pencernaan makanan.
Apabila seorang muslim yang telah rutin berbuka puasa kemudian menjalankan ibadah sunnah Salat tarawih di bulan Ramadan, maka akan terhindar dari berbagai penyebab sakit pada saluran pencernaan.
Salat tarawih ketika bulan Ramadan di Indonesia biasanya dilakukan di awal malam, persis setelah kaum muslimin berbuka puasa dengan makan malam pasca Salat maghrib.
Baca Juga: Cara Menukar Uang Pecahan Baru di Bank BRI, BSI dan Mandiri Buat THR Anak-anak Tanpa Antre
Salat tarawih yang mempunyai kekhususan yaitu banyak gerakan sujud dan banyak selingan duduk sejenak untuk istirahat juga merupakan salah satu sebab sehatnya saluran pencernaan.
Uniknya gerakan sujud juga bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan, Al-Hafiz Ad-Dzahabi memaparkan manfaat sujud sebagai berikut:
وما أشد إعانة السجود على فتح سدة المنخرين، وما أقوى معاونة السجود على تعفن الأخبثين وحدر الطعا م عن المدة والأمعاء، وتحريك الفضول المحتقنة فيها وإخراجها، إذ عنده تنعصر أوعية الغذاء بازدحامها، وتساقط بعضها على بعض
Artinya, “Gerakan bersujud saat Salat itu sangat menguntungkan untuk membuka jalan pencernaan dan mengeluarkan kotoran dari tubuh dengan melancarkan saluran makanan dari lambung ke usus besar, dan dalam menggerakkan sampah bersamanya hingga ia terdorong, sebab dalam usus-usus besar tertentu ada timbunan makanan dan sisa makanan jatuh ke atas makanan yang dimakan sebelumnya.” (Ad-Dzahabi, 283).
Paparan tersebut menunjukkan bahwa pembuangan sisa-sisa makanan dari usus besar akan lancar dan terbantu dengan banyaknya sujud saat tarawih.
Setelah beristirahat dalam kondisi puasa di siang hari, saluran cerna kembali akan bekerja setelah berbuka puasa di malam hari.
Bertepatan dengan Salat tarawih, gerakan usus untuk mendorong sisa-sisa makanan ke ujung usus besar akan dilancarkan dengan gerakan sujud dalam Salat.
Karena itu, orang yang rutin melaksanakan Salat tarawih akan terhindar dari resiko sembelit atau sulit BAB.
Berikut 10 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan
1. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Sirkulasi Darah
Salat Tarawih melibatkan berbagai gerakan seperti berdiri, rukuk, sujud, dan duduk, yang secara tidak langsung menyerupai latihan peregangan dan aerobik ringan.
Baca Juga: Siapa Sih yang Pertama Kali Mengajarkan Mudik? Ini Sejarah dan Awal Mudik di Indonesia
Studi dalam Journal of Physical Therapy Science (Hassan et al., 2020) menemukan bahwa gerakan dalam Salat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.
Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan jantung selama bulan puasa.
2. Membantu Menjaga Kesehatan Sendi dan Otot
Salat Tarawih melibatkan berbagai posisi tubuh yang melatih fleksibilitas dan kekuatan otot.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Osteopathic Medicine (Rahman et al., 2019), sujud dalam Salat dapat membantu meningkatkan mobilitas sendi dan mengurangi risiko nyeri lutut serta punggung bawah, terutama bagi lansia.
Gerakan ini juga melatih keseimbangan tubuh, yang dapat mencegah risiko jatuh atau cedera.
3. Membantu Pencernaan Setelah Berbuka Puasa
Setelah berbuka puasa, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan.
Melakukan Salat Tarawih setelah berbuka dapat membantu proses pencernaan dengan meningkatkan aktivitas peristaltik usus.
Studi dalam World Journal of Gastroenterology (Ahmed et al., 2021) menyebutkan bahwa aktivitas fisik ringan setelah makan dapat mempercepat proses pencernaan dan mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti kembung dan refluks asam.
Baca Juga: Kemenag Berikan Bantuan Buat Masjid dan Musala Hingga Rp 50 Juta Buruan Daftarkan Masjid Musala Anda
4. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental
Salat memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Studi dalam Journal of Religion and Health (Khalid et al., 2020) menemukan bahwa ibadah Salat dapat meningkatkan keseimbangan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan hormon endorfin yang membuat tubuh merasa lebih rileks.
5. Meningkatkan Kualitas Tidur
Melakukan aktivitas fisik ringan sebelum tidur, seperti Salat Tarawih, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Studi dari Sleep Science Journal (Hussain et al., 2022) menunjukkan bahwa aktivitas ibadah sebelum tidur dapat memperbaiki pola tidur dan mengurangi risiko insomnia, terutama selama bulan Ramadan.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari FB Pro, Begini Tips dan Syarat Monetisasi Facebook
Salat Tarawih bukan hanya ibadah yang penuh keberkahan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Dari meningkatkan kesehatan jantung, menjaga fleksibilitas sendi, membantu pencernaan, hingga meningkatkan kesehatan mental, semua manfaat ini menjadikan Tarawih sebagai aktivitas yang ideal selama bulan Ramadan.
Dengan melakukannya secara rutin, umat Muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga tubuh yang lebih sehat dan bugar.
Baca Juga: Begini Cara Menambahkan Musik di Status WhatsApp, Bikin Story WA Makin Kece
6. Menurunkan berat badan
Beragam studi telah membuktikan manfaat puasa yang membantu menurunkan berat badan.
Salat tarawih dan salat lima waktu juga membantu mengontrol berat badan dengan membakar kalori dalam tubuh Anda.
Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrients (2019) juga menunjukkan puasa Ramadan mampu menurunkan kadar lemak dan berat badan, bahkan tanpa perubahan gaya hidup.
Untuk manfaat yang lebih baik, Anda sebaiknya juga mengatur asupan makan saat puasa sekaligus menghindari makan berlebihan saat sahur dan buka puasa.
7. Meningkatkan kebugaran jasmani
Manfaat salat tarawih juga berasal dari paduan latihan isometrik dan isotonik dalam gerakan salat yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani.
Baca Juga: Asyik! Driver Gojek-Grab Terima THR Ojol Segini Besaran, Skema dan Syaratnya
Latihan isometrik bertujuan untuk melatihan kekuatan otot tanpa menggerakkan sendi di sekitarnya.
Saat Anda salat, latihan ini dilakukan dalam posisi diam sambil menegangkan otot-otot tertentu, misalnya ketika rukuk dan sujud.
Ada pula latihan isotonik yang dinamis dengan melibatkan gerakan memanjangkan dan memendekkan otot, seperti gerakan takbiratul ihram dan bangun dari rukuk (iktidal).
Berkat akitivtas ibadah ini, tubuh bisa menjadi jauh lebih bugar dan kuat.
Hal ini juga bisa membantu Anda lebih siap dalam melakukan aktivitas fisik harian.
Baca Juga: Hujan Es dan Angin Kencang Melanda Kota Jogja dan Sekitarnya
8. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
Kombinasi puasa Ramadan dan ibadah lainnya, termasuk salat tarawih, juga punya manfaat dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).
Sebuah studi dalam Nutrition Journal (2012) melakukan pengujian pada 82 partisipan yang berisiko mengalami penyakit kardiovaskular, termasuk memiliki riwayat penyakit jantung koroner (PJK).
Hasilnya, penelitian ini menemukan perbaikan pada sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol sehat (HDL) yang meningkat.
Ini juga membantu menurunkan berat badan, lingkar pinggang, dan indeks massa tubuh.
Baca Juga: Alhamdulillah Bobon Santoso Mualaf di Bulan Ramadan, Dibimbing Ustad Derry Sulaiman
9. Mencegah osteoporosis
Rutin beraktivitas fisik menjadi salah satu cara mencegah osteoporosis.
Anda bisa mendapatkan manfaat ini dengan melakukan salat, termasuk salat tarawih.
Osteoporosis atau pengapuran tulang bisa menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan tipis sehingga rentan patah akibat trauma kecil.
Salat tarawih bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kepadatan mineral tulang, terlebih pada lansia dan wanita pascamenopause yang lebih berisiko.
Gerakan salat secara berulang dan teratur juga membantu meningkatkan pelumasan dan kelenturan sendi tubuh Anda.
10. Meningkatkan suasana hati
Manfaat salat tarawih terbatas bagi kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental.
Hal ini bisa membantu Anda dalam meningkatkan suasana hati serta mengurangi stres dan kecemasan.
Baca Juga: Perdana! Driver Ojek Online Dapat THR Diumumkan Langsung Presiden Prabowo, Segini Besarnya
Dr. Herbert Benson, peneliti dari Harvard Mind Body Medical Institute, menemukan bahwa bacaan doa dan ayat Al-Qur’an saat salat juga menimbulkan respons relaksasi pada tubuh.
Hal ini membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks yang ditandai dengan pengenduran otot, penurunan tekanan darah, dan perlambatan laju pernapasan.
Salat tarawih juga membantu meningkatkan memori pada lansia.
Baca Juga: Hari Ini Twitter X Media Sosial Milik Elon Musk Down Lagi, Begini Cara Mengatasinya
Ini merupakan efek positif dari pengulangan doa dan ayat Al-Qur’an secara konstan.
Berkat beragamnya manfaat salat tarawih bagi kesehatan, tentu Anda tidak boleh melewatkan ibadah sunah ini selama bulan Ramadan.
Untuk memperoleh manfaat yang maksimal, imbangi juga dengan pola hidup sehat lewat mengatur pola makan, berolahraga rutin, dan istirahat yang cukup. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi