Sasana Rambing Boxing Camp berada di Kampung Lasipin, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur. Sasana ini memiliki sejarah panjang dalam perjalanan dunia tinju di Indonesia. Banyak petinju lahir dari tangan dingin almarhum Sutan Rambing yang moncer di kancah nasional maupun internasional.
Beberapa petinju yang pernah dilatihnya seperti Muhar Sutan, Agus Triono, Sonny Rambing, Akasa Rambing, Roy Muklis, Ricky Manufoe, dan lainnya. Bahkan, mantan petinju kelas dunia Chris John pernah dilatih olehnya. Termasuk adik Chris John, yakni Adrian Chris. Saat ini, sasana tinju yang didirikan pada 1980-an ini dikelola oleh Muhar Sutan, adik almarhum Sutan Rambing. Ia sekaligus menjadi pelatih di RBC.
Manajer Rambing Boxing Camp Suragah Rambing saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang menjelaskan, dulu di sasana ini sempat memiliki ring tinju, namun sekarang sudah tidak ada. Selain ring, Rambing Boxing Camp memiliki alat-alat pendukung yang lengkap. Terlihat ada empat samsak tinju di sebelah kanan bangunan. Lalu, terdapat matras, serta alat fitness di sebelah kiri bangunan. Tulisan "Rambing Boxing Camp" terpampang jelas di MMT warna hijau dengan tulisan warna kuning. “Alat kami sudah komplet. Tinggal ring saja. Karena memang harga ring cukup mahal,” katanya.
Saat ini, hanya ada empat atlet yang berlatih reguler di Rambing Boxing Camp. Jauh berbeda dibanding tahun 2000-an, di mana terdapat 25 atlet tinju yang berlatih di sasana ini. Rambing Boxing Camp sendiri memiliki dua pelatih, yakni Muhar Sutan dan Sonny Rambing.
Diakui, olahraga tinju kian meredup, karena kompetisi tinju semakin sedikit. Dulu, kata dia, ada kompetisi tinju setiap minggu. Seorang petinju bisa berlaga minimal sekali dalam sebulan. Jam terbang mereka pun tinggi.
“Sekarang kompetisinya menurun. Paling cuma satu tahun sekali. Jadi atlet tinju profesional akhirnya butuh waktu lama ke jenjang yang lebih tinggi,” bebernya.
Suragah menceritakan, minimnya antusiasme generasi muda ikut meredupkan dunia tinju. Ditambah stigma para orang tua yang takut apabila anaknya terjun menjadi atlet tinju. “Kita berantem kalau kalah nggak dapat apa-apa. Risikonya besar,” akunya.
Demi meningkatkan kualitas atlet, RBC juga sering melakukan sparing dengan tim daerah lain. Rencananya, Rambing Boxing Camp dan pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Semarang akan membuat program Boxing Goes to School. Masuk ke sekolah-sekolah dan memberikan pelatihan secara gratis, agar bisa menjaring atlet-atlet muda.
“Kalau nanti antusiasmenya juga bagus, kami juga akan Goes to Campus, Mas,”ucapnya.
Diakui, pemerintah sempat menjadikan Rambing Boxing Camp sekolah tinju. Sasana RBC saat ini juga dijadikan sebagai tempat training center untuk Program Semarang Emas (PSE). Setidaknya, ada sepuluh atlet yang dipersiapkan untuk bertanding dalam Pra Porprov 2023 pada Oktober mendatang di Sukoharjo. (mg20/aro) Editor : Agus AP