Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Siswa SMPN 31 Semarang Jadi Lebih Hemat, Kini Bisa Menabung Berkat Program MBG

Agus AP • Jumat, 12 Desember 2025 | 01:19 WIB

Photo
Photo
RADARSEMARANG.ID, Semarang –Ada yang lain di sekolah SMP Negeri 31 Semarang dengan berjalannya program MBG (Makan Bergizi Gratis).  Istirahat tak sekedar menyegarkan pikiran setelah belajar, rehat belajar itu kini selalu ditunggu-tunggu. Begitu bel berbunyi pukul 10.00, perwakilan siswa langsung bergerak menuju area pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana ramai, ceria, dan penuh semangat tampak di setiap sudut sekolah. Setelah diambil oleh perwakilan siswa, kotak-kotak MBG langsung dibawa ke kelas untuk dibagikan kepada siswa.

Sejak 7 September 2025, SMP N 31 Semarang telah mendapatkan MBG. Program ini menyasar 751 siswa. Namun dibulan kedua hingga kini hanya 750 anak, sejak salah satu murid mutasi. Kendati demikian, antusiasme seluruh siswa tetap sama: tinggi dan tanpa berkurang sedikit pun.

Salah satu siswa, Dastan, mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan MBG. Baginya, menu yang bervariasi membuat makan siang terasa lebih menyenangkan.

“Saya senang dengan adanya MBG ini karena jadi hemat uang saku untuk jajan, menunya jg variative nggak bikin bosen, dan yang jelas sy paling suka kalau dpt menu hotdog,” ungkapnya.

Sementara Kepala SMP Negeri 31 Semarang, Agung Nugroho menyampaikan siswanya selalu antusias ketika menunggu pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) mengantarkan makanan.

"Mereka setiap hari menunggu MBG dengan penuh semangat," kata Agung.

Menurutnya tak hanya menambah gizi, program ini juga membawa perubahan positif bagi kebiasaan siswa. Salah satu dampak paling terasa dari program MBG adalah kemampuan siswa mengatur uang saku. Banyak siswa yang sebelumnya gemar beli jajanan, kini justru memilih untuk menabung. Biasanya uang saku yang sisa itu juga dibelikan peralatan sekolah. Sehingga mereka tak perlu meminta uang tambahan kepada orang tua.

Ada pula yang memanfaatkan jatah MBG temannya, bila menu tersebut kurang cocok untuk si pemilik kotak makanan. Atau ketika ada anak yang sakit dan tak berangkat skeolah. Siswa lain biasanya memakan jatah MBG mereka.

“Dengan adanya MBG ini beberapa anak ada yang bisa menabung dari uang sakunya untuk kemudian dibelikan barang yang dia inginkan, atau ada anak yang senang karena bs makan double menu MBG milik temannya yang tidak cocok,” jelasnya.

Agung menyebut menu ala fast food menjadi favorit mayoritas siswa, mulai dari hotdog, spaghetti, burger, hingga mie ayam. Sekolah memastikan variasi menu terus berganti setiap hari.

"Seperti anak pada umumnya yang disukai adalah menu-menu ala-ala fast food seperti hotdog, spaghetti, burger atau mie ayam," ujarnya.

Sekolah dan SPPG telah mengantisipasi berbagai hal. Sebelum program dimulai, pendataan alergi makanan sudah dilakukan. Dapur MBG pun berupaya membuat menu yang aman dari bahan penyebab alergi.

Keluhan bosan, hampir tak terdengar. Pihak SPPG kata dia rutin mengganti menu harian, mingguan, hingga bulanan. Anak-anak bahkan boleh request menu lewat media sosial dapur MBG. Koordinasi dengan SPPG juga berjalan mulus. Jika ada kekurangan lauk atau kotak makan tidak lengkap, petugas langsung menyusulkan.

 “Responnya (SPPG) cepat dan sangat membantu,” ujar Agung.

Ketika ada keterlambatan pengiriman, pihak dapur selalu menginformasikan lebih dulu. Kendala lain pun nyaris tidak ada. Jika ada lauk yang belum masuk ompreng, pihak SPPG juga langsung sigap menyusulkan atau mengganti.

“Alhamdulillah selama ini pihak sekolah yang berkoordinasi dengan SPPG merasa senang karena mereka responsif dan memahami apa yang dikeluhkan sekolah,” tandasnya. (kap/ap)

Editor : Agus AP
#program mbg #fast food #hemat uang saku #SMPN 31 Semarang