Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hujan Masih Sering Turun? Ini Berbagai Mitos Tradisional Tentang Hujan di Indonesia

Magang Radar Semarang • Selasa, 8 Juli 2025 | 22:54 WIB
Ilustrasi musim hujan (Sumber: Freepik)
Ilustrasi musim hujan (Sumber: Freepik)

RADARSEMARANG.ID – Indonesia tengah memasuki musim penghujan selama beberapa waktu.

Melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diketahui beberapa titik di Indonesia masih akan terus dilanda hujan hingga Kamis (10/7) mendatang.

Angin Monsun Australia merupakan salah satu faktor curah hujan masih tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai negara dengan nilai tradisional yang kental, Indonesia memiliki berbagai mitos yang berkaitan dengan banyak hal, termasuk musim hujan saat ini. Mitos-mitos tersebut tumbuh di berbagai wilayah dengan tujuan tertentu.

Berikut beberapa mitos tradisional masyarakat Indonesia seputar musim penghujan.

1. Hujan dan suara-suara unik.

Beberapa daerah di Indonesia memiliki kebiasaan unik menjelang hujan atau ketika hujan turun. Seperti di Kalimantan Timur, masyarakat yang melihat awan mendung biasanya akan berteriak “kuluk-kuluk-kuluk!” dan “kuluk hujan!” ketika hujan deras.

Mitos ini biasanya menjadi doa untuk meminta hujan. Di beberapa momen, ini juga menjadi pengingat orang lain untuk segera menyelesaikan kegiatan di luar rumah agar tidak kehujanan. Hujan ketika matahari terik merupakan sebuah pertanda.

2. Hujan ketika matahari terik merupakan sebuah pertanda.

Siang hari yang terang merupakan waktu terbaik untuk beraktivtas di luar rumah. Namun, hujan yang turun di saat panas terik dipercaya menyimbolkan sesuatu. Ada yang percaya bahwa hujan di siang hari adalah tanda bidadari sedang turun ke bumi.

Hal ini juga berkaitan dengan kemunculan pelangi yang dianggap sebagai jembatan bidadari tersebut.

Namun, ada pula yang yakin hujan ketika matahari terik merupakan tanda kemunculan makluk halus.

Sebenarnya, kepercayaan seperti ini dibuat agar anak-anak tetap berada di dalam rumah. Hujan ketika panas terik menyebabkan perubahan suhu sehingga dapat mempengaruhi kondisi tubuh.

3. Hujan berhubungan dengan hal-hal gaib.

Beberapa masyarakat Indonesia percaya bahwa hujan berkaitan dengan hal gaib. Misalnya, hujan di siang hari yang cerah merupakan pertanda akan ada kematian.

Ada pula yang meyakini bahwa hujan juga menandakan bahwa di dunia gaib sedang terjadi sebuah perayaan.

4. Hujan dikaitkan dengan sebuah nasib tertentu.

Hujan yang turun ketika seseorang menyelenggarakan sebuah acara juga dipercaya memiliki makna tertentu.

Misalnya, hujan yang turun ketika ada pernikahan bermakna bahwa pengantin tersebut akan memiliki banyak anak.

Hujan yang turun ketika mendekati masa tanam juga dipercaya sebagian masyarakat agraris sebagai tanda keberuntungan.

5. Hujan dan lutut orang tua.

Mitos klasik yang terkenal di masyarakat Indonesia adalah nyeri lutut lansia merupakan pertanda hujan akan turun. Namun, sebenarnya fenomena tersebut dapat dijelaskan secara medis.

Dikutip dari Halodoc, hujan beserta udara dingin menyebabkan perubahan tekanan udara. Disertai dengan kelembapan tinggi, kondisi ini menyebabkan fleksibilitas otot berkurang sehingga rentan terasa sakit.

Rasa sakit ini dapat terjadi di sendi-sendi otot manusia dan lumrah terjadi pada orang-orang berumur. (mg2)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#masyarakat #Indonesia #HUJAN #mitos