"Iya yang di dalam itu bayar tiket. Di dalam sepertinya penuh. Wong yang tidak bisa masuk ke dalam juga banyak," terangnya, Sabtu (3/8).
Dia bersama teman-temannya tidak bisa masuk. Sebab harga tiket yang dipasang panitia menurutnya terlampau mahal. Ia memilih menonton acara dari luar.
"Tiket untuk masuk harganya selangit. Saya tanya itu pas di lokasi sudah menyentuh angka Rp 1 juta. Itu cuma tiket untuk masuk lokasi saja," ujarnya.
Menurutnya dengan tarif tersebut, banyak penonton yang akhirnya tak bisa melihat acara. Mereka memilih berputar-putar di sekitar lokasi acara. Sampai penerbangan lampion dilakukan.
"Karena puncaknya kan penerbangan lampion. Kalau yang tidak bisa masuk ya hanya melihat dari luar saja," katanya.
Bahkan tak sedikit dari penonton yang ingin melihat acara di dalam lapangan harus naik ke bukit di sekitar lokasi. Namun karena malam hari gelap, banyak penonton yang menginjak-injak tanaman kentang milik warga.
Lanjut dia, pesta penerbangan ribuan lampion juga bermasalah. Banyak lampion setelah terbang jatuh ke lahan pertanian warga.
Sebelumnya, Ketua Panitia Dieng Culture Festival (DCF) 2022 Alif Fauzi mengatakan, acara digelar selama tiga hari mulai Jumat (2/9) hingga Minggu (4/9).
Rangkaian acara meliputi Dieng bersih, pelepasan napak tilas, hingga pentas seni tari tradisional. Di malam hari digelar pertunjukan musik Jazz Atas Awan dan ditutup dengan pesta lampion. Hanya pada DCF tahun ini, festival musik dimulai lebih awal. (git/lis) Editor : Agus AP