Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Merinding! Sering Terdengar Suara Gamelan Misterius dari Gedung Tua di Pinggiran Kota Semarang Ini

Sulistiono • Rabu, 12 November 2025 | 03:05 WIB
Ilustrasi : Penabuh gamelan misterius. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi : Penabuh gamelan misterius. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Konon salah satu tempat yang disukai makhluk halus adalah bangunan tua yang lama mangkrak tak agi digunakan, banyak cerita-cerita mistis yang berkaitan dengan bangunan tua. 

Salah satu cerita horor di  bangunan tua adalah bekas gedung karawitan  dipinggiran kota Semarang. 

Gedung ini dibangun sejak tahun 1968 atau tiga tahun setelah meletusnya peristiwa G 30 S/PKI. 

Pada tahun 1980an, orang-orang tua disekitar gedung itu menyebutnya sebagai gedung Karawitan, karena dulunya digunakan untuk kegiatan latihan  karawitan maupun pentas seni karawitan. 

Namun entah mengapa, sejak tahun 1985, gedung itu sudah tidak digunakan lagi untuk aktivitas, dibiarkan kosong, terbengkalai hingga kondisinya gelap, penuh lumut temboknya dan rumput liar di halamannya. 

Konon cerita dari warga sekitar, mereka sering mendengar suara-suara misterius dari salah satu ruangan gedung itu pada pada malam hari. Namun, yang paling sering mereka dengar adalah suara gamelan pada tengah malam. 

Seperti dituturkan Ramelan, 42, warga sekitar yang pernah mengalami sendiri peristiwa aneh dari dalam bekas gedung itu saat sedang dapat giliran jaga malam.

Jumat malam di pertengahan bulan Oktober lalu, Ramelan bersama tiga warga lainnya, Idris, Basuki, Wagiman dan Supaat mendapat giliran jaga malam yang rutin di adakan dikampung mereka. 

Maklum tempat tinggal mereka adalah perkampungan yang masih dikelilingi kebun-kebun dan tanah kosong sehingga rawan kemasukan pencuri. 

Seperti biasa saat jarum jam menunjukkan angka di atas jam 12 malam, mereka berempat kemudian keliling kampung untuk memastikan kondisi aman,sekaligus mengambil jimpitan dari rumah ke rumah. 

Saat langkah mereka berada persis di depan bangunan tua yang oleh warga disebut gedung karawitan, langkah mereka terhenti. Karena tiba-tiba terdengar suara tabuhan gamelan dari dalam gedung itu. 

Mereka saling berpandangan. Suara itu terdengar jelas dari dalam gedung yang sudah lama kosong tak lagi digunakan untuk beraktivitas, suara gamelan yang dimainkan pelan, memang di dalam ruangan ada sisa bekas perangkat gamelan yang sudah usang, tapi di dalam tidak ada satupun orang. 

“Sampeyan denger gak, ada yang maen gamelan?,” tanya Ramelan kepada ketiga kawannya.

Mereka serentak mengangguk tanda mendengar. Namun, mereka hanya diam, sembari mengamati dan mendengarkan lebih seksama suara gamelan yang nadanya mulai agak keras. 

Supaat dan Wagiman, orang yang lebih tua diantara mereka tampak penasaran, mengajak untuk mengecek ke dalam gedung.

"Ayo coba cek masuk, siapa tahu ada orang di dalam sembunyi, mau nakut-nakuti kita," ajak Wagiman. 

Idris dan Ramelan yang semula takut akhirnya menyetujui ajakan Wagiman dan Supaat untuk masuk ke dalam gedung tersebut. 

Supaat, yang melangkah lebih dulu masuk ke dalam gedung, langsung berjalan menuju salah satu ruangan yang tadi terdengar alunan gamelan. Mereka mencoba mengintip melalui jendela ke dalam ruangan, tapi ruangan itu kosong.

Hanya terlihat gamelan di sana yang tertutup kain putih, namun salah satu gongnya masih bergetar pelan, seperti baru saja dipukul.

Baca Juga: Niat Cari Arsip Penelitian di Gedung Tua, Mahasiswa di Semarang Ini Malah Melihat Penampakan

Bayangan Penabuh Karawitan

Wagiman langsung menyalakan senter, menyinari ruangan. Dan di sana tampak bayangan belasan orang berpakaian adat Jawa, duduk bersila sambil memainkan gamelan.
Namun wajah mereka gelap dan tak berbentuk.

Hanya mata mereka yang menyala merah, menatap lurus ke arah jendela. Bayangan itu seolah tahu ada yang sedang mengintip dari balik jendela.

Melihat pemandangan itu, mereka mundur beberapa langkah, saling berpandangan antara takut dan heran, hingga akhirnya mereka memastikan bahwa apa yang dilihatnya adalah penampakan makhluk halus. 

"Kami kemudian sepakat meninggalkan gedung itu," ungkap Ramelan. 

Tapi baru beberapa langkah berjalan, perlahan suara gamelan terdengar lagi, kali ini disusul suara wanita bernyanyi. Yang kemudian disusul suara jeritan dari dalam gedung.

"Jeritannya seperti suara orang yang mengalami kejadian seperti terbakar," tutur Ramelan. 

Keempatnya kemudian bergegas meninggalkan gedung karawitan itu dengan setengah berlari di iringi suara gamelan yang masih terdengar sayup-sayup. 

Keesokan paginya, Ramelan dan ketiga warga yang dapat giliran jaga tadi malam, melaporkan peristiwa mistis tersebut kepada Ketua RW setempat. 

 Baca Juga: Baru Dua Minggu Tinggal di Kos, Pria Ini Auto Kabur Setelah Diteror Arwah Penghuni Kos yang Sudah Meninggal

Dari cerita sang ketua RW yang juga tokoh kampung diketahui, dulu sekitar tahun 1969 terjadi peristiwa tragis digedung itu, yakni para pemain gamelan yang sedang berlatih didalam gedung tewas akibat peristiwa kebakaran yang cukup misterius. 

"Tidak ada yan tahu mengapa bisa terjadi kebakaran, waktu itu pencahayaan gedung masih memakai lampu minyak," tutur Ramelan. 

Sejak itu gedung tersebut menjadi angker, meski beberapa kali di renovasi, namun masih sering terdengar suara gamelan misterius dari dalam gedung  tersebut. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#gamelan #semarang #Cerita Horor #Horor #suara misterius #horor semarang #kisah mistis #karawitan #Gedung Tua #mistis #peristiwa tragis #suara gamelan