Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jateng Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027

A
Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).
Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID, KUDUS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan sektor pariwisata dan ekonomi syariah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027. Langkah itu dilakukan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang dipatok pemerintah pusat di kisaran 5,6-7,4 persen, bahkan didorong menembus angka 8 persen.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026). Forum itu dihadiri jajaran kepala daerah dan Forkopimda eks Karesidenan Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor).

Advertisement

“Target kita sesuai arahan pemerintah pusat bahwa pertumbuhan ekonomi harus di atas 8 persen. Jawa Tengah triwulan I 2026 sudah 5,89 persen, kalau bisa kita tingkatkan lagi,” kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, penguatan sektor pariwisata dipilih karena dinilai memiliki efek berganda yang luas terhadap perekonomian masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga mampu menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, hingga investasi daerah.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 5,37 persen. Salah satu penopangnya berasal dari sektor pariwisata, khususnya penyediaan akomodasi serta makan dan minum yang tumbuh hingga 10,60 persen.

Advertisement

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 kontribusinya sebesar 3,29 persen, naik menjadi 3,40 persen pada 2023, kemudian 3,56 persen pada 2024, dan mencapai 3,74 persen pada 2025.

Kunjungan wisatawan pun menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2022 jumlah wisatawan tercatat 46,6 juta orang, dan meningkat menjadi 74,4 juta orang pada 2025 atau naik sekitar 59,73 persen.

“Wisata adalah salah satu alat yang tidak pernah kenal namanya resesi. Wisata tidak hanya menyiapkan tempat destinasi. Seribu desa wisata yang sudah ada tetapi tidak terawat harus digarap betul,” ujar Luthfi.

Dalam hasil Rakortekrenbang Wilayah Pengembangan Jekuti-Banglor, Kabupaten Kudus diproyeksikan menjadi pusat kunjungan wisata terbesar dengan target sekitar 3,7 juta wisatawan pada 2027. Kabupaten Rembang menargetkan hampir 3 juta kunjungan, Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan, sementara Blora dan Pati masing-masing sekitar 1,2 juta dan 1,1 juta wisatawan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Politisi Muda PPP Ja’far Shodiq Ajak Kembangkan Potensi Pariwisata di Jateng

Politisi Muda PPP Ja’far Shodiq Ajak Kembangkan Potensi Pariwisata di Jateng

Kehadiran ratusan penari asli desa setempat yang membawakan Tari Dawet Ayu khas Banjarnegara

Sinergi Kabupaten/Kota di Jateng Pacu Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027

Sinergi Kabupaten/Kota di Jateng Pacu Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggenjot sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah pada 2027.

Jelang Nataru 2026, Ahmad Luthfi Perketat Pengawasan Harga Bahan Pokok di Jawa Tengah

Jelang Nataru 2026, Ahmad Luthfi Perketat Pengawasan Harga Bahan Pokok di Jawa Tengah

Ahmad Luthfi perkuat Satgas Pengendalian Harga di Jawa Tengah untuk mencegah penimbunan dan kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer