RADARSEMARANG.ID - Cerita horor seputar Semarang kali ini berkisah pengalaman mistis seorang petugas keamanan atau satpam sebuah perusahaan farmasi yang berlokasi di kawasan Industri Semarang.
Sebagai seorang satpam, Sawal (27), warga Pasadena Semarang ini bertugas menjaga keamanan kantor, gudang dan aset milik perusahaannya.
Kebetulan perusahaan tempatnya bekerja memiliki dua lokasi didalam area Kawasan Industri Semarang.
"Ada dua lokasi di situ, yang satu bangunan pabrik dan perkantoran, serta satunya gudang jaraknya kurang lebih 500 meter dari pabrik," ungkap Sawal mengawali cerita horornya kepada RadarSemarang.ID.
Sawal sendiri mengaku baru dua tahun bekerja sebagai satpam diperusahaan farmasi tersebut.
Sebagai anggota Satpam yang memiliki kewajiban menjaga keamanan perusahaan, dirinya tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik beladiri tapi juga mental dan nyali, terutama jika menghadapi ancaman keamanan dari pelaku kejahatan.
Selama dua tahun bertugas sebagai Satpam, Sawal mengaku tak pernah menghadapi kejadian yang aneh-aneh seperti pelaku pencurian, perampokan atau penampakan makhluk halus di lingkungan kerjanya.
Sampai akhirnya pada pertengahan bulan, saat mendapat tugas menjaga gudang perusahaannya, untuk pertama kalinya Sawal mendapat gangguan makhluk halus.
"Saya lupa tanggalnya, tapi pertengahan bulan September lalu, kebetulan saya jaga sendiri, biasanya berdua, tapi malam itu teman jaga izin sakit, akhirnya saya sendirian," ungkapnya.
Gudang perusahaannya ini memang terpisah dengan pabrik, bangunan gudangnya sendiri sebenarnya terletak diantara bangunan-bangunan lain yang ada dikawasan Industri dan berada ditepi jalan kawasan, hanya di bagian depan gudang adalah sebuah tanah kosong.
Jika malam hari, lokasi disekitar gudang sepi, karena jalan didepannya adalah jalan buntu, sehingga tidak banyak dilalui keluar masuk truk.
"Kalau sudah malam diatas jam 7, jalan sepi nyenyet mas, karena lingkungannya adalah gudang,bukan pabrik, kalau pabrik masih cukup rame," jelasnya.
Nah malam itu, Sawal berjaga sendirian di pos depan yang berbatasan dengan jalan dilingkungan kawasan Industri.
Sekitar pukul 2 malam, setelah berkeliling memastikan kondisi gudang yang dijaganya aman, dia balik ke pos.
Seperti biasa, didalam pos sembari memantau jalan depan, dia asyik memainkan HP untuk mencegah kantuk.
Saat tengah asyik dengan HPnya, tiba-tiba kaca jendela Posnya ada yang mengetuk.
"Tok...took...takk...tok takkk, suara kaca jendela kaca ada yang ngetuk, itu jam 2 malam lebih, saya langsung keluar khan untuk melihat siapa yang ngetuk-ngetuk jendela kaca depan, karena waktu saya lihat dari dalam gak kelihatan," ungkapnya.
Saat keluar Pos, Sawal tidak mendapati siapapun diluar pos tempat dia berjaga."Gak ada orang sama sekali, jalan diluar juga sepi, gak ada tanda-tanda mencurigakan," ucapnya.
Karena merasa tidak ada siapapun, Sawal kemudian kembali masuk ke dalam pos dan memainkan HPnya.
Namun, baru beberapa detik duduk, kali ini pintu pos jaganya ada yang seperti melempar batu.
"Baru duduk sebentar, pintu pos seperti ada yang ngelempar batu, keras banget suarannya, saya langsung cepat-cepat keluar sambil bawa pentungan," tuturnya.
Namun, keanehan kembali terjadi, saat dia berada diluar tidak ada orang sama sekali, bahkan tidak ada batu bekas lemparan orang.
"Gak ada batu didepan pintu, padahal saya yakin itu pintu dilempar batu," ujarnya.
Karena penasaran, Sawal sempat keluar ke jalan depan gudang, namun sekali lagi tidak ada tanda-tanda ada orang atau hal-hal yang mencurigakan.
Diapun kembali ke Pos, kali ini telah siap dengan tingkat waspada tinggi. Matanya melotot dibalik kaca jendela, seolah tidak ingin terlewat untuk memastikan siapa pelaku yang meneror dirinya. Dan benar saja, beberapa menit kemudian pelaku teror itu menampakan dirinya.
"Jendela kaca pos kembali ada yang mengetuk, wajah saya langsung saya tempelkan untuk memastikan siapa yang meneror saya," tandasnya.
Saat matanya menempel kaca untuk mengintip, Sawal mengaku shock campur kaget, dibalik kaca jendela terlihat wajah menyeramkan dengan ciri-ciri kepala besar hingga tubuhnya tidak terlihat, gigi bertaring tajam, dua bola matanya sebesar bola tenis berwarna merah, hidung besar, wajah hitam.
"Itu wajahnya melotot besar sekali mukanya memenuhi seluruh jendela kaca pos, badannya saya kurang jelas tapi kayaknya sangat besar. karena lampu depan pos sampai gak kelihatan karena ketutup sama badannya," cerita Sawal.
Selama beberapa detik, wajahnya beradu pandang hanya dibatasi kaca jendela pos. Sawal langsung beristighfar melihat pemandangan menyeramkan didepannya.
"Saya istighfar dan baca-baca sebisanya, sampai akhirnya makhluk menyeramkan itu menghilang, seperti terbang ke arah dalam gudang," kata pria yang belum dikarunia anak hasil pernikahannya dengan Suwarni.
Setelah makhluk menyeramkan itu menghilang, Sawal langsung berlari kearah jalan raya karena saking takutnya.
"Saya langsung lari ke jalan mas, sampai pagi saya duduk-duduk aja dipinggir jalan seberang pos," ungkapnya.
Kejadian horor itu,ungkap Sawal adalah yang pertama kali dialaminya sejak menjadi satpam di perusahaan tersebut.
"Mungkin yang mbahurekso pengen kenalan, karena ternyata teman-teman lainnya sudah pernah dilihati makhluk seperti itu," pungkasnya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi