
RADARSEMARANG.ID, Ikan betok kembali jadi perbincangan. Ikan air tawar ini penting bagi ekosistem dan punya segudang manfaat kesehatan.
Namun ancaman spesies invasif seperti nila dan mas, serta eceng gondok, membuat populasinya di perairan Indonesia dari Jawa sampai Papua semakin tertekan.
Baca Juga: Menengok Klaster Usaha Binaan BRI, Manfaatkan Hama Eceng Gondok Jadi Anyaman Bernilai Tinggi
Fakta Budidaya Ikan Betok
1. Profil Ikan Betok / Papuyu
1. Nama Ilmiah: Anabas testudineus
2. Nama Daerah: Ikan Betok, Betik, Papuyu, Tambakan
3. Ciri Fisik: Tubuh torpedo/fusiform, warna kehijauan, ada bintik gelap di penutup insang, duri tajam di sirip
4. Ukuran Panen: 6 – 25 cm
5. Perilaku:
-Demersal - hidup di dasar.
-Potamodrom - bisa bermigrasi di air tawar.
-Punya organ labirin jadi bisa bertahan di air minim oksigen
6. Penyebaran: Hampir seluruh Indonesia: Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua
Baca Juga: Unimus Jadi Lokasi Muktamar XVI Tapak Suci, Evaluasi Organisasi dan Tentukan Arah Pengembangan
2. Syarat Air & Lokasi Kolam Ideal
Persiapan Kolam :
1. Suhu Air Optimal: `22°C – 30°C`
2. pH Air Ideal: `6,5 – 7,5`
3. Habitat Alami:
Rawa, sungai tenang, perairan banyak vegetasi air
4. Keunggulan:
Ikan Betok tahan banting.
Bisa hidup di air payau, keruh, dan minim oksigen karena punya alat pernapasan tambahan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




