
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah provinsi Jawa Tengah diminta memperkuat dan mempercepat industri hilir garam agar produksi petani dapat terserap, baik untuk kebutuhan garam konsumsi maupun garam industri.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah dalam menyoroti anjloknya harga garam rakyat yang kembali terjadi saat musim kemarau di sejumlah daerah.
"Persoalan ini terus berulang setiap tahun. Saat musim hujan produksi garam menurun sehingga harga meningkat, namun ketika musim kemarau produksi melimpah justru harga garam jatuh dan petani kesulitan memasarkan hasil panennya," ungkapnya.
Kata Kakung, sapaan akrab Sarif, selama ini di Jateng ada Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).
"Selain membantu menstabilkan harga garam, juga akan bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.

BUMD tersebut, kata Kakung, jangan hanya menjadi pedagang garam.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


