Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Bitcoin Tambah Ndlosor! Turun ke US$63.500, Waspada Support US$60.000

T
Penulis: Tasropi❯
Bitcoin Ndlosor
Bitcoin Ndlosor

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID, Harga Bitcoin BTC kembali tambah ndlosor.

Mata uang kripto terbesar itu tertekan ke kisaran US63.500–US 64.000 atau sekitar Rp 1,13 miliar pada perdagangan terbaru.

Advertisement

Penurunan ini dipicu kombinasi 3 faktor: aksi jual investor, ketidakpastian geopolitik global, dan antisipasi data inflasi Amerika Serikat.

Para analis kini menyorot level US$ 60.000 sebagai batas support penting selanjutnya.

3 Penyebab Harga Bitcoin Turun

Berikut penyebab utama Bitcoin kembali melemah:

1. Sentimen Geopolitik Global

Ketegangan di Timur Tengah, termasuk isu Selat Hormuz, membuat investor global memilih menghindari aset berisiko.

Bitcoin yang dianggap aset high-risk ikut terdampak.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Bitcoin Diam di Tempat, Mandek di 63 Ribuan Dolar. Tunggu Data Inflasi Rabu

Harga Bitcoin Diam di Tempat, Mandek di 63 Ribuan Dolar. Tunggu Data Inflasi Rabu

Harga Bitcoin BTC masih terjebak di kisaran $62.000 - $66.000 selama 5 minggu. Arus masuk ETF dilawan aksi jual penambang & korporasi. Akankah data CPI AS hari Rabu jadi katalis?

Bedanya Ethereum dan Bitcoin? Ini Penjelasan Paling Mudah

Bedanya Ethereum dan Bitcoin? Ini Penjelasan Paling Mudah

Kupas tuntas isi Whitepaper Ethereum: platform kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi generasi berikutnya. Pahami beda Ethereum vs Bitcoin, PoW, dan masa depan Web3.

Bitcoin vs Quantum Computing: Mengapa BTC Lebih Rentan Ketimbang Ethereum dan Solana?

Bitcoin vs Quantum Computing: Mengapa BTC Lebih Rentan Ketimbang Ethereum dan Solana?

Lee mengutip pandangan peneliti Google yang menyatakan bahwa perkembangan teknologi kuantum semakin mendekati titik kritis tersebut. Google sendiri bahkan menargetkan migrasi penuh infrastruktur mereka ke post-quantum cr

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer