Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran yang Memanusiakan Manusia

Tasropi • Sabtu, 16 Maret 2024 | 16:15 WIB

 

Siti Anik Nuryati, S.Ag
Siti Anik Nuryati, S.Ag

ADARSEMARANG.ID, ZAMAN ini, kita menyaksikan banyak perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Generasi Z, istilah yang merujuk pada peserta didik saat ini, cenderung lebih tertarik dengan informasi yang disajikan melalui media sosial dibandingkan dengan bahan bacaan tradisional yang sering digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Mereka lebih terampil dalam menjelajahi dunia maya daripada duduk di perpustakaan konvensional yang penuh dengan buku-buku.

Salah satu prinsip dalam Alquran yang terkait dengan pembelajaran berdiferensiasi adalah terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat:13.

Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam beragam bangsa dan suku agar mereka saling mengenal satu sama lain.

Ayat tersebut juga menegaskan larangan bagi manusia untuk melakukan diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, atau warna kulit.

Konsep ini senada dengan ungkapan Albert Einstein yang menyatakan bahwa “Setiap orang memiliki kejeniusan yang berbeda-beda. Jika kita menilai seekor ikan berdasarkan kemampuannya memanjat pohon, maka ikan tersebut akan merasa bodoh sepanjang hidupnya.”

Pembelajaran berdiferensiasi mengakui keberagaman ini dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual siswa dengan memvariasikan strategi pengajaran, materi, dan penilaian.

Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru berusaha memahami keunikan dan kebutuhan belajar masing-masing siswa, sehingga mereka dapat menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang paling efektif dan relevan bagi setiap siswa.

Dengan demikian, konsep yang dinyatakan oleh Albert Einstein menggambarkan pentingnya mengadopsi pendekatan pembelajaran yang berfokus pada keberagaman siswa, seperti yang diwujudkan dalam pembelajaran berdiferensiasi.

Pemahaman akan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi adalah krusial dalam konteks pendidikan.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan instruksional di mana guru menggunakan berbagai metode untuk memenuhi kebutuhan individual setiap siswa, termasuk gaya belajar, minat, dan pemahaman terhadap materi pelajaran.

Tujuan utamanya adalah menciptakan kesetaraan belajar bagi semua siswa, mengatasi kesenjangan belajar, dan memungkinkan siswa merasa terdorong untuk belajar.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang mempertimbangkan perbedaan individual siswa, bukan sekadar individualisasi.

Pendekatan ini berfokus pada pengakomodasian kekuatan dan kebutuhan belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran yang independen.

Saat guru merespons kebutuhan belajar siswa, ini menandakan bahwa guru sedang melakukan diferensiasi dalam pembelajaran dengan menambahkan, memperluas, atau menyesuaikan waktu agar siswa dapat mencapai hasil belajar optimal.

Karakteristik dari pembelajaran berdiferensiasi meliputi lingkungan belajar yang mengundang siswa untuk belajar, tujuan pembelajaran yang jelas dalam kurikulum, penggunaan penilaian yang berkelanjutan, respons guru terhadap kebutuhan belajar siswa, dan manajemen kelas yang efektif.

Untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di dalam kelas, guru harus melakukan beberapa langkah, antara lain:

1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan tiga aspek. Yakni kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar siswa.

Hal ini dapat dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survei menggunakan kuesioner dan alat lainnya.

2. Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan tersebut, dengan memberikan beragam pilihan strategi, materi, dan gaya belajar kepada siswa.

3. Melakukan evaluasi dan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung, untuk mengevaluasi efektivitas strategi yang digunakan dan menentukan langkah-langkah perbaikan di masa mendatang.

Pembelajaran berdiferensiasi membutuhkan keterampilan guru dalam menghadirkan berbagai pilihan sesuai kebutuhan dan gaya belajar masing-masing siswa.

Kemampuan guru dalam menyusun menu pembelajaran yang cocok merupakan seni yang terus diperjuangkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. (unw1/lis)

 

Oleh : Siti Anik Nuryati, S.Ag

Guru SMK Muhammadiyah Kajen

Editor : Tasropi
#smk muhammadiyah #kebutuhan belajar #Pembelajaran Berdiferensiasi #Siti Anik Nuryati