Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia melalui Bernyanyi

Tasropi • Selasa, 26 Desember 2023 | 20:16 WIB
Sri Suhartini, S.Pd AUD
Sri Suhartini, S.Pd AUD

RADARSEMARANG.ID, Anak usia dini merupakan sosok individu yang berada pada rentang usia 0-7 tahun, sering disebut golden age.

Pada masa ini stimulasi yang diberikan orang dewasa memegang peranan sangat penting.

Mengingat, perkembangan otak anak usia dini mengalami percepatan hingga mencapai 80 persen dari total otak orang dewasa.

Baca Juga: Bermain Puzzle Mampu Meningkatkan Perkembangan Anak Usia Dini

Salah satu stimulasi untuk anak usia dini dapat dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini atau sering disebut dengan PAUD (Nopiyani & Mata lima 2016).

Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan alat yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak.

Anak selalu ingin mengetahui segala sesuatu yang ada di dunia ini melalui pertanyaan dengan bahasa.

Anak adalah peniru (imitator), anak meniru orang-orang di sekitarnya ketika masih kecil, dorongan untuk meniru orang lain sangat kuat (Wahyudi et al, 2011: 38).

Bagi anak-anak, menyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan, dan pengalaman menyanyi ini memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Bernyanyi juga sarana untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya.

Kegiatan bernyanyi memberikan suasana belajar yang menyenangkan, mengasyikan, membuat anak senang, menghilangkan kesedihan.

Anak merasa terhibur dan lebih bersemangat sehingga pesan yang diberikan lebih mudah diterima dan diserap oleh anak (Fadillah dkk, 2014: 43).

Menyanyi dapat melatih anak dalam perkembangan bahasa. Dengan lagu yang sederhana setiap kata dalam lagu dapat diikuti oleh anak meskipun pengucapannya tidak begitu jelas.

Di masa kecil, mereka sangat sensitif terhadap suara. Dengan sering mengadakan nyanyian untuk anak secara tidak langsung akan merangsang perkembangan bahasa anak (Fadillah dkk., 2014:44).

Bernyanyi juga dapat menambah kosakata saat bernyanyi anak dapat mendengar dan menghafal kosakata sehingga anak akan terstimulasi untuk mengungkapkan atau mengucapkannya.

Bernyanyi juga memiliki beberapa manfaat, dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan, mengungkapkan perasaan, membantu daya ingat anak, membantu mengembangkan kemampuan berpikir motorik serta memperkaya kosakata dan mengembangkan kemampuan bahasa siswa.

Terdapat berbagai metode antara lain bernyanyi dengan gerakan, puisi lagu anak, dan latihan verbalisasi, salah satunya media gambar.

Model permainan, melalui permainan kartu huruf hijaiyah, dan stimulasi melalui pembelajaran bahasa Arab anak usia dini berbasis nilai karakter.

Melalui aspek tersebut, metode bernyanyi lebih bervariasi dan menyenangkan sehingga anak usia dini prasekolah dapat dengan mudah mengenal kosakata.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan bernyanyi, penguasaan kosakata bahasa Indonesia pada anak di TK PGRI Mranggen 1 mengalami peningkatan.

Dibuktikan dengan peningkatan nilai penguasaan kosakata bahasa Indonesia. Metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran.

Sehingga anak-anak tidak bosan. Kegiatan pembelajaran dengan metode bernyanyi dapat menarik minat anak untuk belajar dan meningkatkan interaksi orang tua/guru.

Guru lebih banyak menggunakan metode bernyanyi dalam proses pembelajaran agar pembelajaran tidak membosankan.

Guru hendaknya memiliki perbendaharaan lagu yang lebih banyak agar setiap pelajaran memiliki banyak lagu yang diajarkan kepada siswa. (nop/lis)

Oleh : Sri Suhartini, S.Pd AUD, Guru TK PGRI Mranggen 1, Srumbung, Kabupaten Magelang

Editor : Tasropi
#Media Gambar #Sri Suhartini #Anak Usia Dini #kosakata bahasa Indonesia #TK PGRI Mranggen 1