Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuda Lumping Jadi Magnet Utama Tradisi Apitan di Sampangan Semarang

F

 


Advertisement

Kuda lumping di tengah tradisi apitan Kelurahan Sampangan, Sabtu (16/5) siang. (FIGUR RONGGO WASSALIM)
Kuda lumping di tengah tradisi apitan Kelurahan Sampangan, Sabtu (16/5) siang. (FIGUR RONGGO WASSALIM)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dentuman kendang dan tabuhan gamelan menggema keras di Lapangan Mitra Sampangan, Kota Semarang, saat puluhan penari Kuda Lumping mulai memasuki arena, Sabtu (16/5) siang. 

Debu beterbangan dari tanah lapang yang dipenuhi ratusan penonton. Anak-anak hingga orang tua berdesakan di pinggir arena demi menyaksikan atraksi yang menjadi magnet utama Tradisi Apitan Sampangan itu.

Advertisement

Suasana Sampangan benar-benar hidup. Para penari dengan kostum warna-warni dan kuda kepang anyaman bambu bergerak lincah mengikuti irama musik tradisional yang semakin cepat. 

Sesekali sorakan penonton pecah ketika para pemain mulai menunjukkan atraksi ekstrem yang memacu adrenalin.

Advertisement

Tradisi Apitan yang selama ini identik dengan kirab gunungan dan rebutan hasil bumi ternyata juga menjadi panggung besar bagi kesenian tradisional rakyat. 

Atraksi Kuda Lumping atau Turonggo Seto menjadi sajian yang paling ditunggu warga setiap tahunnya. Di bawah terik matahari, para penari tampak tak kehilangan energi. 

Gerakan menghentak, putaran cepat, hingga aksi teatrikal membuat penonton terpukau. Aroma kemenyan tipis mulai tercium saat pertunjukan memasuki babak atraksi trance. 

Warga makin merapat ke pinggir arena. Sebagian mengabadikan momen dengan telepon genggam mereka.

Sorotan mata penonton tak lepas dari aksi para pemain yang menari tanpa henti mengikuti tempo gamelan yang kian cepat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Poltekkes Kemenkes Semarang dan Kader Posyandu Dorong Deteksi Masalah Tumbuh Kembang Anak

Poltekkes Kemenkes Semarang dan Kader Posyandu Dorong Deteksi Masalah Tumbuh Kembang Anak

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang menggelar pelatihan untuk kader posyandu di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik.

Panen Melon dan Ubi, Program Ketahanan Pangan Wali Kota Semarang Agustina Mulai Berbuah Hasil

Panen Melon dan Ubi, Program Ketahanan Pangan Wali Kota Semarang Agustina Mulai Berbuah Hasil

Program ketahanan pangan yang digagas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mulai membuahkan hasil.

Arifin Kembangkan Genta Edu, Ekosistem Digital Pembelajaran yang Dipakai 22 Sekolah

Arifin Kembangkan Genta Edu, Ekosistem Digital Pembelajaran yang Dipakai 22 Sekolah

Muhammad Arifin Baihaqi, M.Pd., guru Kelas V-A SD Negeri Sekaran 01 mengembangkan Genta Edu. Yakni ekosistem pembelajaran digital yang seluruh layanannya gratis untuk guru dan siswa di Indonesia, terutama di jenjang SD. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer