Dibalik Layar Media Sosial, Mahasiswi UKSW Ini Bongkar Seksisme Digital

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Notifikasi demi notifikasi bermunculan di layar telepon genggam.
Ada komentar tentang bentuk tubuh, cara berpakaian, hingga standar cantik yang terus diarahkan kepada perempuan di media sosial.
Bagi sebagian orang, itu mungkin dianggap biasa. Namun tidak bagi Gesry Shielda Surenayu.
Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana itu justru menjadikan fenomena tersebut sebagai bahan perlawanan melalui tulisan ilmiah.
Hasilnya tidak main-main. Gesry sukses meraih Juara II tingkat nasional dalam ajang Indonesian Student Essay Forum 2026.
Perempuan muda itu melihat media sosial bukan hanya ruang hiburan. Di balik unggahan foto dan video singkat, ia menemukan masih kuatnya praktik seksisme yang tumbuh secara halus namun terus diulang setiap hari.
Komentar bernada merendahkan perempuan, standar ganda, hingga penilaian berdasarkan penampilan menjadi kegelisahan yang lama ia rasakan.
Dari keresahan itulah lahir sebuah gagasan yang kemudian ia tuangkan dalam esai kompetisi nasional.
“Kadang bentuknya dianggap bercanda, padahal dampaknya bisa memengaruhi kondisi psikologis seseorang,” ujarnya.
Lewat sudut pandang psikologi, Gesry mencoba membedah bagaimana media sosial dapat membentuk cara pandang masyarakat terhadap perempuan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




