Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belajar Bahasa Inggris Bermakna dengan Alur MERDEKA

Tasropi • Kamis, 7 Desember 2023 | 20:00 WIB
Sri Redjeki, A.Md., S.Pd., M.Si.
Sri Redjeki, A.Md., S.Pd., M.Si.

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum Merdeka memfasilitasi murid untuk merdeka dalam belajar.

Sebagai guru Bahasa Inggris yang sudah mengikuti diklat Guru Penggerak, penulis tergerak untuk melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang memerdekakan murid sehingga pembelajaran Bahasa Inggris menjadi pembelajaran yang bermakna bagi mereka.

Pembelajaran Bahasa Inggris bermakna dengan alur MERDEKA di kelas X (Fase E) materi Introduction atau perkenalan di SMA Negeri 4 Magelang ini terinspirasi dari proses pembelajaran yang dilaksanakan selama Pendidikan Guru Penggerak yang menggunakan alur MERDEKA.

Yakni, Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Koneksi antar materi dan Aksi nyata.

Selanjutnya akronim MERDEKA ini diadaptasi dengan perubahan pada koneksi antar materi yang diubah menjadi koneksikan.

Pembelajaran dengan alur MERDEKA merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kebebasan dan kemandirian kepada murid dalam menggali pengetahuan dan keterampilan.

Dalam pembelajaran ini, murid diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi topik pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Mereka juga didorong untuk berpikir kritis, berkolaborasi dengan teman sekelas dan mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran.

Alur MERDEKA memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas mereka dan menjadi pemimpin dalam pembelajaran mereka sendiri (Kemdikbud: 2022).

Kegiatan belajar Bahasa Inggris bermakna dengan alur MERDEKA pada materi Introduction dimulai dengan tahapan Mulai dari diri, di mana guru membagi kelompok murid berdasarkan hasil angket gaya dan kesiapan belajar murid.

Kemudian guru membagikan materi belajar berupa beberapa link Youtube dan link website yang berisi topik pembelajaran yang akan dipelajari murid, yaitu Self introduction and introducing other.

Selanjutnya murid secara mandiri membaca dan mempelajari materi melalui link yang sudah dibagikan.

Pada tahapan Eksplorasi konsep, murid secara mandiri membuat konsep materi yang sudah mereka pelajari ke dalam bentuk mind map atau summary.

Di tahapan ini, murid melakukannya secara individu untuk mendapatkan pemahaman awal dari konsep materi yang dipelajari.

Selanjutnya di tahapan Ruang kolaborasi, murid secara berkelompok membuat konsep materi yang sudah mereka pelajari dan mengumpulkan data berupa contoh kegiatan yang sesuai dengan konsep yang sudah dipelajari.

Selanjutnya mereka menyusunnya ke dalam bentuk mind map, summary atau Power point.

Pada tahapan Demonstrasi Kontekstual, murid secara berkelompok mendemonstrasikan pemahaman mereka dengan melakukan presentasi di depan kelas dan melakukan sharing atau curah pendapat untuk mendapatkan feedback atau umpan balik dari kelompok lain di kelasnya.

Dengan cara ini mereka akan melakukan penyempurnaan konsep yang sudah mereka pahami.

Selanjutnya Elaborasi konsep merupakan tahapan di mana murid melakukan presentasi dan berdiskusi dengan teman sekelas untuk mendapatkan feedback.

Pada tahapan ini, guru berperan dengan memberikan feedback dan elaborasi jika terjadi miskonsepsi ketika murid melakukan presentasi dan diskusi.

Dengan demikian, murid akan tetap berada di koridor pemahaman yang sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.

Di tahap Koneksikan, murid melakukan refleksi hasil diskusi dan mengkoneksikan materi yang dipelajari dengan kebutuhan mereka di kehidupan nyata.

Mereka kemudian menyusun dialog atau percakapan yang melibatkan ekspresi-ekspresi untuk melakukan Introduction atau perkenalan sesuai dengan konteks sehari-hari yang akan mereka tampilkan melalui video ataupun roleplay di depan kelas.

Pada tahap terakhir, Aksi nyata, murid secara berkelompok mendemonstrasi dan menerapkan apa yang sudah mereka pahami dalam bentuk praktik nyata, bisa berupa roleplay, video yang melibatkan penggunaan ekspresi-ekspresi untuk melakukan Introduction atau perkenalan sesuai dengan konteks sehari-hari.

Melalui alur MERDEKA ini, murid memiliki kebebasan dan kemandirian dalam menggali pengetahuan dan keterampilan mereka.

Murid juga diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi topik pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Mereka terdorong untuk berpikir kritis, berkolaborasi dengan teman sekelas, dan mengambil inisiatif dalam proses pembelajaran.

Alur MERDEKA memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas mereka dan menjadi pemimpin dalam pembelajaran mereka sendiri. (m4/aro)

 

Oleh: Sri Redjeki, A.Md., S.Pd., M.Si., Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 4 Magelang

Editor : Tasropi
#SMA Negeri 4 Magelang #Belajar Bahasa Inggris #Kurikulum Merdeka #Ruang Kolaborasi #BERPIKIR KRITIS #Sri Redjeki