Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pahami Pembuatan Magnet dengan Praktik Langsung

Tasropi • Sabtu, 16 September 2023 | 04:30 WIB

 

Ngatini, S.Pd.SD
Ngatini, S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan pengetahuan yang secara rasional dan objektif mempelajari tentang alam semesta dengan segala isinya (Djumhana, 2009).

Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam dapat diartikan sebagai kegiatan mengamati fenomena-fenomena alam serta berbagai proses yang terjadi di dalamnya.

Pembelajaran IPA membuat siswa memperoleh pengalaman langsung sehingga dapat menambah kekuatan siswa untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya.

Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah, dan sikap ilmiah.
Karakter siswa usia SD masih senang dengan bermain.

Oleh karena itu, untuk dapat memotivasi peserta didik dan menciptakan suasana agar peserta didik mau belajar, bisa dengan menggunakan permainan, dengan begitu peserta didik akan lebih tertarik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Salah satunya dalam menyampaikan materi “Membuat Magnet” pada kelas VI SDN 5 Cepiring Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal dengan praktik langsung.

Percobaan tidak hanya terbatas dalam lingkungan laboratorium, tetapi dapat dilakukan di berbagai tempat yang memenuhi syarat terpenuhinya variabel-variabel yang kita inginkan.

Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam melatih dan mengembangkan KPS (Keterampilan Proses Sains) peserta didik baik di dalam maupun di luar kelas.

Nah, di sini peserta didik melakukan membuat magnet dengan praktik langsung. Ada dua macam magnet, yaitu magnet alam dan magnet buatan.

Magnet alam mempunyai kekauatan magnet lebih kuat dari pada magnet buatan. Sifat magnet buatan yaitu sementara.

Di sini peserta didik dapat membuat magnet sementara. Umumnya di sekolah, kita diperkenalkan dengan 3 cara membuat magnet, yaitu dengan digosok, induksi, dan elektromagnetik.

Langkah pertama yaitu membagi siswa ke dalam 3 kelompok yang terdiri dari 5-6 siswa. Kemudian lembar kerja (LK) dibagikan kepada 3 kelompok tersebut.

Ada kelompok yang melakukan percobaan membuat magnet dengan cara digosok, induksi, maupun elektromagnetik.

Langkah kedua semua kelompok mulai melakukan percobaan, ada yang menggosokkan salah satu ujung magnet di sepanjang batang besi dalam satu arah secara berulang.

Ada juga kelompok lain yang melakukan kegiatan mendekatkan paku besar dari besi dengan melilitkan kawat transformator secara searah dari pangkal hingga ujung lalu menghubungkan kedua ujung kawat dengan kutub-kutub baterai.

Masing-masing kelompok setelah melakukan percobaan tentunya akan melakukan presentasi tentang kegiatan yang telah mereka lakukan.

Kegiatan praktik langsung membuat magnet yang dilakukan peserta didik dapat membuat proses pembelajaran menjadi bermakna. Karena adanya aktivitas yang dilakukan peserta didik untuk memperoleh pemahaman materi.

Hal ini sesuai dengan pendapat Aris Shoimin bahwa inkuiri terbimbing adalah pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri.

Dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, serta guru mendorong peserta didik untuk memiliki pengalaman, melakukan percobaan yang memungkinkan peserta didik menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. (*/lis)

 

Oleh : Ngatini, S.Pd.SD

Guru SDN 5 Cepiring Kec. Cepiring, Kabupaten Kendal

Editor : Agus AP
#Pembelajaran IPA #Ilmu Pengetahuan Alam