RADARSEMARANG.ID, METODE dan media pembelajaran sangat mempengaruhi tingkat pemahaman dan keberhasilan belajar siswa.
Makanya, butuh kreativitas dan inovasi dalam penyampaian pembelajaran kelas. Sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan mengurangi kebosanan.
Makanya, guru dituntut bisa beradaptasi dengan situasi dan kemajuan zaman. Termasuk penggunaan metode pembelajaran. Strategi yang dipersiapkan guru harus mempertimbangkan banyak hal.
Guru harus memiliki kemampuan meninjau kurikulum dan subjek yang akan diajar. Selanjutnya, menentukan strategi pembelajaran.
Guru harus dapat menyiapkan metode dan media pembelajaran sebelum melakukan aktivitas belajar mengajar—Nisya (2018).
Keberhasilan proses pembelajaran dapat diukur dengan hasil belajar yang diperoleh peserta didik.
Hasil belajar merupakan perubahan pada diri peserta didik yang meliputi kemampuan intelektual, sikap dan motivasi serta keterampilan setelah mengikuti proses belajar mengajar.
Penulis, menerapkan metode pembelajaran Role Playing atau bermain peran. Yakni pada pelajaran IPA pada materi Sistem Pencernaan Makanan.
Role Playing atau bermain peran atau adalah berakting sesuai dengan peran yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk tujuan-tujuan tertentu.
Role Playing dapat menciptakan situasi belajar yang berdasarkan pengalaman. Pembelajaran model ini menekankan pada dimensi ruang dan waktu sebagai bagian dari materi pelajaran—Wahab (2009).
Sistem Pencernaan Makanan, merupakan materi yang sudah pernah diajarkan di SD. Sehingga siswa sering jemu dan bosan apabila menggunakan metode pembelajaran konvensional.
Dimana guru menerangkan atau ceramah di kelas. Makanya, pembelajaran sambil bermain sangat cocok untuk mengusir kebosanan siswa.
Selain itu siswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran Sistem Pencernaan Makanan dengan metode Role Playing di SMP Negeri 33 Semarang.
Kegiatan pertama adalah guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Selanjutnya, siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok mencari informasi sebagai referensi.
Baik melalui buku, laman website dan atau sumber lain yang relevan mengenai organ dan proses pencernaan makanan.
Setiap kelompok membuat topeng yang bergambar organ-organ pencernaan makanan dan mendiskusikan peranan organ tersebut dalam pencernaan makanan.
Terakhir, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan cara setiap siswa mengambil undian yang berisi nama organ pencernaan dan memerankannya menggunakan topeng setiap organ dalam proses pencernaan makanan secara bergantian.
Sedangkan kelompok yang lain memberi masukan , saran dan pertanyaan.
Dengan Model pembelajaran Role Playing ternyata membuat siswa sangat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.
Sebab selain tidak membosankan, mereka mendapatkan kesan yang kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa.
Selain itu, menjadi pengalaman pengetahuan yang menyenangkan yang akan melekat dalam memori otak siswa. Suasana kelas menjadi dinamis dan antusias. (ipa2/bud)
DWI SULISTIANI, S.Pd
Guru IPA SMP Negeri 33 Semarang