Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ubah Dulu ke Dalam Bentuk Desimal untuk Mengurutkan Bilangan

Tasropi • Rabu, 9 Agustus 2023 | 01:22 WIB
Supadmi S.Pd.
Supadmi S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, ADA beberapa bilangan yang dipelajari pada matematika, di antaranya ada bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah, bilangan desimal, pecahan, persen, permil, dan lainnya.

Dalam mempelajari bilangan-bilangan itu, ada materi mengurutkan bilangan. Dalam mengurutkan bilangan-bilangan itu ada yang disuruh mengurutkan dari besar ke kecil dan sebaliknya dari kecil ke besar.

Bahkan pengurutan bilangannya ada yang tidak sama, ada yang bilangan pecahan, bilangan desimal, pecahan campuran, persen, dan lainnya.

Dalam mengurutkan bilangan yang penulisannya masih dalam bentuk bermacam-macam sulit mengurutkannya. Sebagai contoh misalnya mengurutkan bilangan 15%; 0,17; 3/5; disuruh mengurutkan dari bilangan kecil ke besar.

Tentunya agak kesulitan, mana bilangan yang paling kecil dan mana yang paling besar. Kalau hanya terdiri atas tiga bilangan, itu masih agak mudah asal ketemu bilangan yang terkecil dan yang terbesar.

Jika bukan merupakan bilangan yang terkecil atau terbesar, sudah tentu yang tengah-tengah.

Tetapi kalau terdiri atas empat atau lima bilangan yang penulisannya lain-lain, tentunya agak sulit.

Karena itu, kita harus menuliskannya dalam bentuk bilangan yang sama. Misalnya ke persen, ya persen semua. Ke desimal ya desimal semua.

Meskipun penulisan dalam bentuk pecahan masih juga sulit menentukan bilangan yang paling besar, yang tengah atau yang paling kecil.

Untuk mengurutkan bilangan yang paling dengan mengubah bilangan-bilangan pada soal ke dalam bentuk bilangan desimal.

Seperti contoh bilangan-bilangan di atas 15% diubah ke desimal menjadi 0,15, yang 0,17 sudah merupakan bilangan desimal, dan 3/5 kalau diubah ke bilangan desimal menjadi 0,6.

Biar lebih memudahkan lagi dengan menyamakan banyak angka di belakang koma. 

Kalau dua angka di belakang koma ya dua angka semua. Sehingga bilangan 0,6 ditulis 0,60. Sehingga bilangan-bilangan itu sesuai soal menjadi 0,15 ; 0,17 ; 0,60.

Kalau sudah semua ditulis banyak angka di belakang koma sama, tinggal memilih bilangan yang paling besar. Kemudian diurutkan ke bilangan yang lebih kecil dan yang terakhir bilangan yang paling kecil.

Sesuai dengan soal di atas, maka urutan jawabannya menjadi 0,60 ; 0,17 ; 0,15. Tetapi untuk menjawab soal tidak boleh seperti jawaban tadi, tetapi harus disesuaikan dengan soalnya yaitu 3/5 ; 0,17 ; 15%. 

Berbeda lagi kalau pada soal sudah ditulis dengan bilangan yang sama misalnya semua sudah ditulis dalam bentuk pecahan semua, persen semua, atau sudah desimal semua, tinggal mengurutkan saja sesuai permintaan soalnya.

Diurutkan dari besar ke kecil, atau sebaiknya dari kecil ke besar. Kadang juga sudah dalam penulisan yang sama masih sulit untuk mengurutkan.

Misalnya dalam bentuk pecahan, urutkan dari kecil ke besar bilangan-bilangan berikut 2/3; 5/8 ; 3/4. 

Meskipun semua sudah dalam bentuk pecahan, tapi belum jelas mana bilangan yang paling kecil dan mana yang paling besar.

Karena itu harus menyamakan dulu penyebutnya dengan mancari KPK dari penyebut tersebut yaitu 24 sehingga kalimatnya menjadi 16/24; 15/24 ; 18/24.

Baru diketahui yang paling kecil 5/8; 2/3 dan yang paling besar 3/4. Jadi harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.

Dengan demikian untuk mengurutkan bilangan dari besar ke kecil atau sebaliknya dari kecil ke besar dari soal yang penulisan bilangannya bermacam-macam, cara paling mudah dengan mengganti bilangannya ke dalam bentuk desimal terlebih dahulu. (igi2/ida)

 

Oleh : Supadmi S.Pd.

Guru SMPN 7 Kota Salatiga

Editor : Agus AP
#bilangan desimal #Mengurutkan Bilangan #Supadmi