Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pentingnya Model Patient And Pleasant pada Pembelajaran Matematika SD

Agus AP • Minggu, 18 Juni 2023 | 04:53 WIB
Woto, S.Pd.SD
Woto, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran pada sekolah dasar (SD) lebih banyak praktik daripada teori. Kegiatan praktik pada anak akan lebih meningkatkan daya ingat terhadap materi dibandingkan hanya mengajar atau melihat.

Maka, untuk pembelajaran anak khususnya kelas 2 SD seorang guru harus mementingkan model patient and Pleasant terutama pada pembelajaran matematika khususnya pada materi pembagian dan perkalian.

Anak kelas 2 SD belajar penjumlahan dan pengurangan di bab 1 materi pembelajaran semester 1 selanjutnya adalah perkalian dan pembagian. Siswa sering mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematika khususnya dalam pengurangan dan perkalian.

Sementara sarana prasarana di sekolah belum memadai. Misalnya akan menggunakan LCD untuk pembelajaran hanya ada satu, jadi harus bergantian pada 7 rombel. Sehingga guru harus punya ide untuk sarana dan prasarana pembelajaran supaya tetap berjalan lancar dan menyenangkan yang penting pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Ekonomis dan Menyenangkan).

MA Hidayat (2022) mengemukakan belajar matematika melatih siswa memiliki kesabaran dan kecermatan. Sedangkan Suprijono (2014 : 236) mengatakan picture and picture merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.

Dikatakan R Wijaya (2021) pada tahap konkret siswa dapat melihat, meraba, memindahkan atau menghitung langsung apa yang dipegang dan dilihat untuk memperjelas pembelajaran pembagian dan perkalian. Benda konkret bisa menggunakan benda-benda nyata seperti buah-buahan, lidi, batu kerikil, dedaunan, biji-bijian.

Di SD Negeri Wiropati, Banyusidi Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang khususnya kelas 2 mengalami kesulitan dalam mengerjakan matematika. Terutama materi pengurangan dan perkalian.

Maka penulis menerapkan 5 cara mengajarkan materi pembagian dan perkalian pada anak-anak kelas 2. Yaitu pertama, membuat suasana belajar yang menyenangkan. Belajar matematika memang berbeda dengan suasana belajar menggambar, membaca, menyanyi maupun menari bagaimanapun kita membutuhkan suasana yang serius supaya fokus dalam mengerjakan matematika.

Kedua, menggunakan gambar penuh warna agar tidak membosankan. Salah satunya menggunakan gambar penuh warna supaya menarik. Ketiga, menggunakan barang yang ada di sekitar kita. Anak kelas 2 SD masih dalam tahap operasional kognitif artinya mereka lebih bisa mempelajari sesuatu kalau menggunakan contoh benda-benda nyata di sekitar kita. Misalnya ada jeruk pisang dan yang lainnya, orang tua harus bisa mengajari menggunakan benda nyata tersebut untuk pembagian dan perkalian, mesti tambah seru apalagi menggunakan benda-benda yang disukai oleh anak.

Keempat, membuat soal cerita menarik. Anak-anak akan mudah memahami soal cerita dibandingkan hanya soal misalnya 10 : 5 = …. 10 x 2 = …Orang tua harus bisa membuat soal cerita menggunakan benda nyata di rumah. Biasanya anak tidak bosan mengerjakan soal, pastikan anak akan minta soal lagi.

Kelima, sabar dan konsisten. Guru dan orang tua harus mampu sabar dan konsisten dalam memahami kehidupan anak-anak. Guru mengajari di sekolah orang tua di rumah juga mendampingi cara belajar pembagian dan perkalian dengan benda konkret.

Di sekolah siswa dengan temannya bisa belajar menggunakan benda. Setelah anak selesai mempresentasikan cara menghitung, guru memberi kesimpulan dari hasil presentasi, hasil pembagian dan perkalian menggunakan benda nyata.

Pembelajaran ini sangat menarik, siswa lebih aktif, senang, tak bosan dan anak terbantu dalam menghitung menggunakan benda nyata. Dampak dari pembelajaran model patient and pleasant pada pembelajaran matematika di SDN Wiropati, Banyusidi, Pakis, Magelang sangat tepat digunakan pada materi pembagian dan perkalian.

Anak lebih mudah menerima penjelasan yang nyata dan tidak akan bosan. Bahkan lebih senang mengerjakan soal-soal matematika tersebut. Dengan adanya benda konkret menggunakan model pembelajaran patient and pleasant diharapkan presentasi belajar peserta didik khususnya pembagian dan perkalian lebih meningkat. (*/lis)



Guru SDN Wiropati, Banyusidi, Kec. Pakis, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#Woto #Pembelajaran Matematika SD #Model Patient And Pleasant #Guru SDN Wiropati