Apabila siswa tidak percaya pada dirinya sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, terlebih lagi jika siswa itu tertutup, pemalu, tidak peduli dengan lingkungannya, dan selalu tidak nyaman di lingkungan yang baru, maka proses beradaptasi dengan lingkungan yang baru akan mengalami hambatan.
Peningkatan penyesuaian diri melalui layanan bimbingan kelompok diperlukan untuk memberikan dorongan positif, agar mereka mampu menghadapi hambatan dan mengatasi kesulitan. Terutama dalam hal belajar.
Menggunakan layanan bimbingan kelompok, agar siswa dapat termotivasi melalui suasana kelompok, sehingga dapat memperkuat motivasi diri. Bimbingan kelompok juga lebih efektif dalam pemberian bantuan kepada siswa.
Sehingga tidak membutuhkan banyak waktu, tidak seperti pemberian bantuan secara individu. Melalui bantuan tersebut diharapkan siswa menjadi termotivasi baik secara internal maupun eksternal. Sehingga mampu menghadapi hambatan dalam pencapaian prestasi, yang bertujuan akhir siswa dapat mencapai prestasi secara optimal.
Peningkatan penyesuaian diri diperlukan untuk semua individu, baik untuk yang penyesuaian dirinya tinggi ataupun sedang. Dalam hal ini siswa yang penyesuaian dirinya rendah memerlukan peningkatan penyesuaian diri terutama meningkatkan, mengembangkan, dan mempertahankan usaha belajarnya.
Sehingga tercapainya tujuan akhir yaitu mencapai prestasi yang optimal. Peningkatan penyesuaian diri dapat dilakukan melalui penyelenggaraan bimbingan.
Melalui dinamika kelompok tersebut diharapkan masing-masing anggota memperoleh informasi atau topik yang dibahas bersama, serta pengetahuan dan pengalaman yang nantinya dapat dikembangkan secara optimal, sesuai dengan tugas perkembangan masing-masing.
Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan yang digunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, dan sudut pandang serta cara berpikir orang lain.
Bermain peran dapat mengembangkan perilaku sosial siswa, sehingga perilaku siswa yang negatif mampu diarahkan agar menjadi perilaku yang positif. Dalam bermain peran siswa diajak untuk memerankan suatu tokoh tertentu, dan setelah permainan selesai akan dilakukan evaluasi.
Bermain peran merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam bimbingan kelompok.
Penggunaan bermain peran sendiri diharapkan mampu membantu siswa dalam peningkatan penyesuaian diri, mampu memerankan peran yang telah disiapkan. Siswa yang lain berperan sebagai observer dan nantinya akan menanggapi tentang apa yang diperankan oleh temannya tersebut.
Penggunaan bermain peran sendiri untuk memudahkan siswa dalam menerima materi penyesuaian diri.
Transisi dari kelas III ke kelas IV SD adalah transisi yang berlangsung pada suatu masa ketika banyak terjadi perubahan individu siswa. Hal ini memicu munculnya kepercayaan diri, meningkatnya tanggungjawab dan menurunnya ketergantungan kepada orang lain.
Pemberian stimulus perilaku penyesuaian diri yang baik dengan bermain peran diharapkan mampu meningkatkan penyesuaian diri siswa yang rendah. Terutama memahami bagaimana mengungkapkan pendapat dan perasaan dan bergaul di lingkungan sekitar mereka, dengan menunjukkan perilaku yang benar dan dapat diterima di lingkungan dengan baik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran dapat memberikan pemahaman tentang penyesuaian diri dengan baik. Sehingga individu dapat mengubah sikap atau kebiasaan tertentu, yaitu penyesuaian diri secara efektif.
Oleh sebab itu, bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran dapat diasumsikan meningkatkan penyesuaian diri. Seperti yang diterapkan di kelas IV SD Negeri 1 Pageruyung Kabupaten Kendal. (ips1/ida)
Guru SD Negeri 1 Pageruyung, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal
Editor : Agus AP