Hal ini disebabkan oleh para siswa yang membuang sampah sembarangan. Motivasi saya mengangkat tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran siswa-siswa untuk membuang sampah pada tempat sampah atau tong sampah yang telah disediakan.
Walaupun sudah tiap hari diingatkan atau dinasehati namun sampah tetap saja berserakan di halaman maupun di dalam kelas. Bahkan kalau diperiksa di dalam laci meja penuh oleh sampah-sampah kertas dan bekas bungkus makanan.
Pemberian hukuman dan sangsi-sangsi tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Pemberian hukuman-hukuman dan sangsi-sangsi tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti.
Seringkali kita mendengar slogan-slogan diberbagai tempat terutama di sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita.
Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya ? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
Seringkali kita melihat murid-murid yang membuang sampah sembarangan. Beberapa kali Bapak dan Ibu Guru menasehati kepada murid-murid agar membuang sampah pada tempatnya, akan tetapi apa kenyataannya ? murid-murid tidak mematuhinya.
Tentu kita sebagai warga sekolah tidak mau melihat sampah berserakan di mana-mana. Sampah tadi juga dapat mencemari lingkungan sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas.Selain itu juga dapat menjadikan suasana belajar kita tidak nyaman.
Demi tercapainya lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar, kita perlu sekali melakukan tindakan yang bersifat mengajak kesadaran kita untuk menjaga kebersihan dan bersifat mengatasi masalah di atas.
Terkait dengan hal itu, bahwa suasana bersih sangat mendukung dalam proses pembelajaran, terutama dalam pembelajaran PJOK karena lingkungan sekolah kami digunakan untuk sarana pelaksanaan proses pembelajaran jadi sebelum memulai proses pembelajaran kami membiasakan siswa untuk melaksanakan senam kebersihan, Seperti apakah senam kebersihan itu? Seperti ini langkah-langkahnya: Siswa dibariskan satu bershaf. Kemudian rentangkan tangan. Lalu jalan ke depan apabila ada sampah maka harus diambil dan dimasukkan ke tempat sampah.
Setelah satu tempat selesai menuju ke tempat selanjutnya. Begitu yang dilakukan secara bersama-sama. Sampah akan cepat bersih dan ringan dilakukan. Sekalian melakukan pemanasan dan kebersihan lingkungan.
Usaha senam kebersihan tentulah tidak cukup akan tetapi sosialisasi tentang pentingnya arti kebersihan harus terus disampaikan agar siswa bisa menjaga kebersihan sekolah untuk mendukung proses pelaksanaan pembelajaran.
Tindakan-tindakan tersebut antara lain: Siswa diharapkan mempunyai kesadaran dari hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan. Petugas piket harus membersihkan kelas serta Lingkungan sekitar. Guru wajib menegur siswa yang membuang sampah sembarangan. Mencatat pada buku pelanggaran. Memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang melakukan pelanggaran
terutama membuang sampah sembarangan.
Dengan tindakan-tindakan yang diterapkan di SDN Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, tersebut mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan. Kebersihan berpengaruh besar terhadap kesehatan, maka dari itu kebersihan perlu dijaga. (gp/zal)
Guru SDN Karangdadap, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP