Salah satunya pada pembelajaran di SMK dengan Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di kelas XII dengan Kompetensi Dasar menerapkan pengkodean alur program dalam aplikasi konsep alur program dalam aplikasi perangkat bergerak. Siswa masih banyak mengalami kendala dalam pembelajaran 50 persen tatap muka. Siswa sulit memahami materi tidak secara utuh dan menyeluruh. Akibatnya siswa pasif dalam proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran sedikit yang mencapai minimal 75.
Dalam proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, penggunaan metode pembelajaran merupakan salah satu upaya dalam mengoptimalkan hasil pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Salah satu metode pembelajaran adalah Strategi Project Based Learning.
Menurut Sutiman (2013:43), pembelajaran berbasis proyek merupakan sebuah model pembelajaran untuk menghasilkan produk atau proyek dimana siswa berperan aktif. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek sangat memperhatikan proses kerja yang sistematis dalam pembuatan sebuah karya nyata yang bermanfaat dan sangat cocok untuk diterapkan pada pendidikan kejuruan.
Pengkodean alur program dalam aplikasi perangkat bergerak adalah salah satu mapel kelompok C3 pada program Rekayasa Perangkat Lunak di SMK N 4 Kendal di kelas XII. Pengkodean alur ini menitikberatkan pada coding yang saat ini masih sulit dipahami oleh siswa. Agar pembelajaran memberikan kesan menyenangkan dan tidak memberatkan siswa, guru melaksanakan pembelajaran berbasis proyek secara daring dan luring melalui zoom meeting dengan kelompok masing-masing.
Proyek yang digunakankan di kelas XII RPL 2 yaitu siswa membuat linier layout dan relative layout. Guru mengemukakan pertanyaan yang bersifat eksplorasi yang bermuara pada penugasan dalam melakukan aktivitas. Dilanjutkan dengan mengorganisasi siswa menjadi kelompok heterogen dan memberikan proyek pengkodean alur yang dilengkapi dengan soal tugas flow chart dan penjelasan cara kerja program yang akan digunakan untuk menjelaskan hasil diskusi kepada kelompok lain di depan kelas.
Guru memberikan Lembar Kerja Proyek Peserta Didik yang di dalamnya memuat tahapan identifikasi ciri khas pembelajaran berbasis proyek. Hal ini menitikberatkan pada pembuatan aplikasi sosial media sebagai wadah hasil produk siswa untuk dipasarkan melalui sosial media. Pembuatan proyek aplikasi pemasaran dengan coding lebih menyenangkan.
Harapannya manfaat belajar coding dengan metode PBL adalah meningkatkan kemampuan computable thinking yaitu kemampuan memecahkan masalah dengan bantuan komputer yang mengombinasikan matematika, logika dan algoritma proyek dan mampu memecahkan masalah, sehingga siswa mendapat pengalaman secara langsung.
Dengan metode PBL pada materi pengkodean alur ini siswa akan semakin memiliki kemampuan dalam teknologi digital, termasuk pemrogaman dan dapat membantu dan mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi handphone maupun tablet serta memperlebar peluang dalam pekerjaan. Dan memberikan minat dan motivasi siswa dalam bernavigasi dunia serta berkarya, pandai melihat peluang dan berinovasi menemukan solusi cerdas melalui teknologi informasi. (kd/ida)
Guru Produktif Rekayasa Perangkat Lunak Editor : Agus AP