Manajemen pengelolaan dalam kepemimpinan sekolah menjadi tanggungjawab kepala sekolah, namun bukan satu-satunya. Tanpa adanya kebersamaan dalam pengelolaan tidak dapat berjalan dengan seimbang. Kebersamaan dibangun adanya kesamaan tanggung jawab sesuai dengan tupoksinya. Guru dapat mengajar dengan kemerdekaanya, bisa memiliki kreatifitas dalam mencapai tujuan. Bukan lagi mengejar materi tapi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Kepala sekolah juga harus ikut belajar dalam mengahadapi perubahan yang terjadi. PTK yang dapat bekerjasama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Kebersamaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hal bersama. Hal Bersama berarti dilakukan bersama-sama. Kesuksesan sekolah bisa terjadi jika adanya kebersamaan. Seperti menjadi nahkoda kapal, kepala sekolah mengarahkan pada tujuan PTK akan ikut bersama dalam satu arah sehingga pencapaian tujuan dapat lebih efektif. Jika tidak ada kebersamaan dan berjalan dengan banyak arah dapat dibayangkan, kapal bisa berhenti, bisa juga oleng. Untuk itu, kebersamaan adalah kunci dalam mewujudkan kemerdekaan mengajar di sekolah. Kreativitas guru dan tenaga kependidikan diberi keleluasaan dalam mengembangkan cara untuk lebih variatif sehingga membuat pembelajaran di kelas tidak membosankan.
Walaupun kurikulum Merdeka masih diberlakukan untuk kelas 1 dan 4 namun PTK yang lain juga diharuskan bisa mengetahui, memahami dan belajar kurikulum Merdeka bersama-sama maupun secara mandiri. Beruntung PTK di SD Negeri Salatiga 06 banyak yang muda-muda, mereka mudah dalam mempelajari hal yang baru.
Hal yang mengembirakan adanya saling belajar, yang sudah menguasai menularkan pada temannya yang belum memahami. Kebersamaan ini sangat nampak sekali. Pada saat IHT dalam penyusunan kurikulum, kebersamaan sangat terlihat. Mereka memiliki peran masing-masing tugas dan tanggungjawabnya. Kolaborasi kebersamaan ini menjadi landasan dalam kemerdekaan PTK SD Negeri Salatiga 06 dalam mewujudkan kemerdekaan mengajar di sekolah.
Masing-masing PTK memiliki tanggungjawab terhadap tugas pokok dan fungsinya. Guru memiliki peran kunci dalam menciptakan kemerdekaan mengajar di kelas. Guru tidak hanya mengajar dan mendidik, namun hakekatnya bagaimana bisa membantu peserta didik dalam menemukan jati dirinya dan membimbing lahir dan batin pertumbuhannya.
Guru tidak lagi berorientasi pada nilai akademik semata yang menyebabkan peserta didik tidak merdeka. Kesadaran guru dalam menumbuhkembangkan peserta didik secara humanis dan merakyat membuat peserta didik merdeka dalam belajar. Rasa ketakutan di kelas, nilai yang kurang baik tidak lagi menjadi tolok ukur karena setiap individu yang berkembang dapat menunjukkan jati dirinya masing-masing.
Tenaga kependidikan juga memiliki tangguang jawab yang sama sesuai bidang tugasnya. Tenaga perpustakaan, satpam dan penjaga juga berperan besar. Kebersamaan yang dibangun ini tentu saling mendukung, jika terjadi penyimpangan saling mengingatkan untuk kembali pada yang seharusnya.
Dengan demikian kebersamaan yang dibangun dan dilandasi saling mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan, dapat mewujudkan kemerdekaan dalam megajar di sekolah. Tidak lagi akunya namun nama dan kerja bersama dapat memperkokoh dalam mencapai tujuan dan cita-cita bersama. Kesalahan yang terjadi bukan sesuatu yang dibesar-besarkan, namun disikapi dengan bijaksana dan diperbaiki sehingga hakekat merdeka dapat diwujudkan. (ks/ton)
Kepala Sekolah Dasar Negeri Salatiga 06 Editor : Agus AP