Bentuk upaya untuk mencapai itu ditempuh dengan cara menambah waktu di luar jam pelajaran intrakurikuler. Yaitu dengan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler.
Undang-undang RI Nomor 20 Pasal 3 Tahun 2003 tentang Tujuan Pendidikan Nasional yang berbunyi, pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab. Berdasarkan tujuan pendidikan tersebut di atas, maka pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dapat dijadikan wadah dalam meningkatkan wawasan keilmuan siswa guna memperoleh pengetahuan baru yang nantinya dapat dikorelasikan dengan pengetahuan yang diperoleh dalam kelas. Pada akhirnya memberi efek positif terhadap prestasi belajarnya secara keseluruhan.
Kegiatan ektrakurikuler juga sebagai wadah anak untuk mempersiapkan kegiatan rutin tahunan yaitu POPDA. POPDA merupakan wahana memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, serta kesehatan dan kebugaran, sekaligus juga dapat mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga.
Satuan pendidikan dalam konteks keolahragaan, diharapkan mampu memantau, menggali, dan membina potensi pelajar. Paradigma keolahragaan yang harus dibangun yakni bagaimana atlet-atlet pelajar mampu berprestasi di tingkat regional bahkan nasional. Para atlet yang mengikuti nantinya punya satu tekad yakni bertanding dan meraih prestasi tertinggi.
Dengan adanya kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada awal tahun membuat persiapan yang hanya membutuhkan waktu yang singkat banyak para pelatih dan pengampu sangat kesulitan untuk bisa mendapatkan performa para atlet untuk mencapai kondisi yang bagus.
Proses latihan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan peningkatan kemampuan anak, karena latihan merupakan suatu cara atau jalan yang ditempuh yang sesuai sehingga akan tercapai suatu hasil yang efektif dan efisien. Latihan akan berjalan seiring dengan metode yang diberikan kepada anak-anak itu tepat. Waktu yang singkat untuk mempersiapkan anak-anak untuk mengikuti POPDA maka penulis mempersiapkan suatu metode drill untuk meningkatkan kemampuan anak dalam waktu yang singkat.
Metode drill merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan latihan yang dilakukan berulang-ulang secara terus-menerus untuk menguasai kemampuan atau keterampilan tertentu dengan seefisien mungkin.
Menurut Roestiyah NK (2001: 125), metode drill adalah teknik yang dapat diartikan sebagai suatu metode mendidik dimana peserta didik melakukan kegiatan latihan agar peserta didik mempunyai keterampilan lebih tinggi dari yang dipelajari. Metode latihan secara drill yang dilakukan secara berulang-ulang pada kegiatan ekstrakurikuler akan lebih cepat anak untuk memahami peningkatan kemampuannya sendiri.
Bukan tanpa kelemahan, metode ini juga mempunyai sisi kelemahan yang bisa mengganggu kegiatan latihan karena proses latihan yang terus berulang-ulang bisa membuat anak-anak menjadi bosan dan malas. Di sini peran pengampu atau pelatih sangat penting untuk bisa membuat anak-anak tetap mengikuti latihan, anak-anak juga bisa menikmati proses latihan tanpa mengalami kejenuhan.
Jadi penulis simpulkan bahwa peningkatan kemampuan anak bisa dilakukan melalui kegiatan ektrakurikuler olahraga dengan metode drill untuk mencapai prestasi dengan catatan dalam proses latihan peran pelatih atau pengampu bisa membuat suasana latihan tidak menjenuhkan. (gr1/lis)
Guru Penjasorkes SMPN 1 Grabag, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP