Kegiatan belajar mengajar sebaiknya menggiring peserta didik untuk bertanya, menerapkan, dan mencari jalan keluar dari suatu hal. Berdasarkan kenyataan inilah, maka stategi pembelajaran ICARE merupakan suatu strategi yang sesuai dalam pembelajaran iklan di kelas V semester 2 pada tema 9 di SD Negeri 1 Purbalingga Wetan, Purbaingga.
Dalam Buku 1 Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif (Kemdikbud, Bapelitbangpuskur, Jakarta, 2010 : 100) disebutkan bahwa penggunaan strategi ICARE sangat memberi peluang kepada peserta didik untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya. Strategi ICARE mencakup lima elemen kunci suatu pengalaman belajar yang baik, yang dapat diterapkan terhadap peserta didik. ICARE adalah singkatan dari: Introduction (pengenalan), Connection (menghubungkan), Application (menerapkan), Reflection (merefleksikan), dan Extension (memperluas dan evaluasi).
Tahap-tahap model pembelajaran ICARE adalah sebagai berikut: tahapan pertama introduction (pengantar) pada tahap ini guru menanamkan pemahaman tentang isi dari pelajaran iklan kepada peserta didik. Bagian ini berisi tujuan pelajaran dan apa yang akan dicapai.
Tahap kedua connection (menghubungkan). Sebagian besar pembelajaran merupakan rangkaian dengan satu kompetensi yang dikembangkan berdasarkan kompetensi sebelumnya, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya dapat meningkatkan pemahaman tentang iklan.
Tahap ketiga application (menerapkan). Tahap ini adalah yang paling penting dari pembelajaran. Setelah peserta didik memperoleh informasi atau kecakapan baru melalui tahap connection, mereka perlu diberi kesempatan untuk mempraktikkan dan menerapkan pengetahuan serta kecakapan tersebut.
Bagian application berlangsung paling lama dari pelajaran dimana peserta bekerja sendiri, secara pasangan atau dalam kelompok untuk menyelesaikan kegiatan nyata atau memecahkan masalah nyata menggunakan informasi dan kecakapan baru yang mereka peroleh.
Pembelajaran dilakukan secara interaktif dan mengaplikasikan bahan yang diajarkan dengan persoalan nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada bagian ini peserta didik diberi tugas secara kelompok membuat iklan tentang minuman.
Tahap keempat reflection (refleksi). Bagian ini merupakan ringkasan dari pelajaran, peserta didik memiliki kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari. Tugas guru adalah menilai sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Kegiatan refleksi guru meminta peserta didik untuk melakukan presentasi atau menjelaskan apa yang telah mereka pelajari. Poin penting dalam refleksi adalah bahwa guru menyediakan kesempatan bagi para peserta untuk mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari tentang iklan.
Tahap kelima extension (memperluas dan evaluasi). Ada dua kegiatan utama dalam tahap akhir ini. Pertama guru melakukan serangkaian pengalaman belajar tambahan yang bisa memperkaya pengetahuan yang telah dicapai siswa. Pada bagian ini guru mulai mengaitkan iklan dengan tema Benda-benda di Sekitar Kita lebih khusus Benda Tunggal dan Campuran. Kedua, sebagai bentuk kegiatan evaluasi, yaitu sampai sejauh mana para siswa dapat menguasai bahan yang telah diajarkan oleh guru. Pada bagian ini siswa diberi pekerjaan rumah (PR) tentang iklan.
Pembelajaran iklan dengan strategi ICARE membuat siswa terlibat aktif. Suasana belajar sangat menyenangkan terlihat dari antusiasnya siswa dalam setiap tahap. Siswa belajar secara kelompok sehingga terbiasa kolaboratif. Sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa meningkat. Materi iklan dikuasai bukan hanya teori tetapi juga praktik membuat iklan. (pb2/lis)
Guru SD Negeri 1 Purbalingga Wetan, Kabupaten Purbalingga Editor : Agus AP