Dengan alat peraga Semai bisa permudah siswa SMP Negeri 41 Semarang untuk memahami materi kedudukan dan fungsi Pancasila. Kalau penyampaian materi hanya ceramah saja, maka yang didapatkan hanya sebuah bayangan, sehingga untuk mempraktekannya akan mengalami kesulitan. Maka dari itu dibutuhkan alat peraga yang mampu membantu memperjelas tujuan pembelajaran serta contoh nyata dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-hari. Apakah itu semai ? Semai mengajarkan anak-anak 9 nilai Moral yang diharapkan akan menumbuhkan sikap atau perilaku tentang nilai-nilai Pancasila sejak dini dengan contoh perilaku sehari-hari. Semai merupakan alat peraga yang terdiri dari : Papan permainan (beberan). Kartu putih berisi sebuah situasi. Kartu merah berisi satu pertanyaan.
Cara main ; Semai dimainkan oleh 2 orang atau kelompok dan dipandu seorang fasilitator, jumlah anggota kelompok bebas. Pada papan permainan di tiap sisinya terdapat 9 kotak bergambar. 9 kotak tersebut bertuliskan nilai-nilai : Kesederhanaan, Kegigihan, Keberanian,Kerjasama, Kedisiplinan, Keadilan, Kejujuran, Bertanggung jawab, dan Kepedulian.Letakkan tumpukan kartu ditengah papan permainan dengan posisi logo SEMAI diatas. Jelaskan cara dan aturan permainan kepada peserta dan pastikan mereka memahaminya. Tentukan siapa yang akan memulai permainan dengan cara yang disepakati. Pemain yang mendapat giliran pertama harus mengambil satu Kartu Putih, membaca dengan seksama situasi yang digambarkan disitu, lalu menentukan apakah situasi tersebut termasuk kelompok Kesederhanaan, Kegigihan, Kerjasama, Kedisiplinan, keadilan, kejujuran, Bertanggung jawab atau Kepedulian.
Setelah itu letakkan Kartu Putih tersebut pada salah satu kotak di papan permainan ( beberan) sesuai kelompoknya. Pemain lainnya harus memberi penilaian, apakah meletakan Kartu Putih di dalam kelompok yang sudah benar atau tidak. Fasilitator memfasilitasi diskusi. Bila tidak mengapa ? dan apa jawaban yang benar serta mengapa. Bila tidak, maka pemain harus mengambil Kartu Merah dan menjawab pertanyaan yang tertera disitu sebagai hukuman. Fasilitator harus memahami pertanyaan dengan baik dan mampu menjelaskan pada peserta dengan bahasa yang mudah. Fasilitator harus memastikan peserta memahami pertanyaan. Fasilitator bertugas untuk memberikan penjelasan lengkap untuk setiap jawaban yang diberikan pemain dengan merujuk pada kunci jawaban yang diberikan pemain dengan merujuk pada kunci jawaban. Pemenang permainan ini adalah yang terbanyak meletakkan Kartu Putih di kelompok yang benar dan paling sedikit mengambil Kartu Merah.
Permainan ini layaknya simulasi P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ) pada jaman tahun 1978. Yang dituangkan dalam TAP MPR NO: II/MPR/1978 berisi tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ( P4 ). P4 dijabarkan dalam 36 butir Pancasila, dari 36 butir bisa dikembangkan menjadi 45 butir perilaku. Jadi pada intinya di SMP Negeri 41 sangat terbantu dengan alat peraga Semai dalam pembelajaran Kedudukan dan Fungsi Pancasila. (on2/zal)
Guru PPKn SMPN 41 Semarang Editor : Agus AP