Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jembatan Darurat Penghubung Desa di Sumowono Ambrol Karena Hujan Deras

Maria Novena Sinduwara • Senin, 23 Februari 2026 | 20:45 WIB

Kondisi jembatan darurat penghubung Desa Pledoan dengan Desa Duren Kecamatan Sumowono yang ambles. Senin (23/2). Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Kondisi jembatan darurat penghubung Desa Pledoan dengan Desa Duren Kecamatan Sumowono yang ambles. Senin (23/2). Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Jembatan dengan panjang 10 meter lebar empat meter dan kedalaman enam meter ambrol tidak dapat digunakan.

Rusaknya jembatan tersebut dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan Senin (23/2) sekitar pukul 02.30 WIB jembatan ambrol.

Jembatan tersebut diketahui merupakan akses utama warga didua Desa Pledoan dengan Desa Duren Kecamatan Sumowono.

Akibatnya 800 jiwa terisolir karena akses tidak dapat dilalui.

Alex juga mengatakan sebelumnya tidak ada laporan masuk terkait kondisi jembatan.

Jembatan penghubung ke pusat pemerintahan kecamatan Sumowono ini ambrol karena intensitas hujan tinggi ditambah debit air sungai tinggi sehingga merusak pondasi jembatan. 

"Tidak bisa dilalui ini akses utama. Bersama TNI, Polri kita langsung dibuatkan jembatan darurat dari bambu dan kayu yang hanya bisa dilalui roda dua dan pejalankaki. Terutama untuk memperlancar anak-anak sekolah,"ungkapnya. Senin (23/2).

Alex mengatakan dua bulan ini bencana longsor mendominasi. Selain di Sumowono ada juga bencana tanah longsor di Ngampin, dan tanah ambles di Kawengen.

Data BPBD Kabupaten Semarang sepanjang awal tahun ada 101 kejadian. Dengan rincian 60 kejadian tanah longsor, 25 kejadian cuaca ekstrem, sembilan kejadian banjir, dan tujuh bencana non alam.

Pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan sosialisasi terkait tanggap darurat bencana ke masyarakat. Sehingga masyarakat bisa lebih waspada pada cuaca ekstrem saat ini.

"Paling urgent pembangunan jembatan darurat di Sumowono. Memang bencana longsor mendominasi di dua bulan ini. Kami terus melakukan monitoring di 19 kecamatan setiap hari untuk antisipasi bencana,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#ambrol #JEMBATAN