Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menilik Definisi Singkat Karomah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono di Ungaran

Aby Genta Putra Prasetya • Sabtu, 1 Maret 2025 | 00:32 WIB
Potret: Suasana Peziarah di Sendah Kalimah Toyyibah Nyatnyono Ungaran
Potret: Suasana Peziarah di Sendah Kalimah Toyyibah Nyatnyono Ungaran

RADARSEMARANG.ID - Menyambut bulan Ramadhan, banyak agenda menarik yang berisikan tentang kebaikan dan juga suri tauladan bagi umat muslim.

Sejumlah orang banyak yang mengisi kegiatan bulan suci ini dengan memperbanyak amalan perbuatan baik yang kelak akan menjadi pahala bagi kita.

Salah satunya adalah dengan mengisi ilmu pengetahuan tentang dunia Islam serta amanat yang dapat kita jadikan pedoman dalam menjalani hari.

Dasar nilai keagamaan ini seringkali tergabung dengan nilai budaya setempat yang menjadikannya sebagai sebuah kearifan lokal untuk bisa kita pelajari dan ambil hikmahnya.

Untuk itu, tidak ada salahnya mempelajari salah satu objek wisata religi lokal di sekitar kita yang mengandung ilmu bermanfaat bagi masyarakat dan pribadi.

Di Kota Ungaran, ibukota dari Kabupaten Semarang ini memiliki salah satu objek wisata religius yang lebih dikenal dengan nama Sendang Nyatnyono.

Sendang Kalimah Thoyyibah atau dikenal dengan Sendang Nyatnyono terletak di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat.

Kawasan ini merupakan salah satu wilayah berbasis religi yang ada dan menjadi salah satu tonggak awal penyebaran islam di Ungaran maupun Kabupaten Semarang.

Disini pula tempat dikebumikannya Waliyullah Hasan Moenadi beserta putranya Hasan Dipuro sebagai penyebar agama Islam bagi masyarakat Ungaran.

Selain makam, di Desa Nyatnyono juga terdapat pula peninggalan sebuah masjid tua bernama Masjid Subulussalam dan Sendang Kallimah Toyyibah yang dihormati oleh masyarakat setempat.

Masjid Subulussalam sendiri sudah berusia sangat tua, yakni kurang lebih berumur 500 tahun lamanya hingga akhirnya telah dilakukan renovasi untuk perawatan masjid agar bisa bertahan.

Sedangkan Sendang Kalimah Toyyibah adalah sebuah mata air bersih yang dinamai langsung oleh KH Abdul Hamid dan KH Ahmad Abdul Haq Dalhar.

Baca Juga: Kisah Heroik Adu Duel Katana Bak Samurai Dalam Peristiwa Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Ungaran

Sendang ini memiliki kaitan secara religius dan historical kepada sosok KH Hasan Moenadi yang menjadi titik sentral yang menarik perhatian para peziarah dari berbagai tempat.

Karena kesholihan beliau, yang disebutkan selalu mendekatkan diri pada sang maha kuasa/taqqarub, kisah tersebut melekat mempengaruhi banyak aspek di Desa Nyatnyono.

Nama Kalimah Toyyibah dalam bahasa Arab memiliki arti Kalimat(Perkataan) yang Baik. Hal ini secara tersirat memiliki arti agar para peziarah yang ingin mengalap barokah untuk hanya berkata hal-hal yang baik di sendang ini.

Setiap menjelang bulan Ramadhan, wilayah ini didatangi banyak peziarah yang melakukan tradisi Padusan; yakni upaya untuk membersihkan diri sebelum menyambut datangnya bulan suci.

Mereka melakukan tawasul dari berbagai karomah yang dipercayai di tempat ini. Salah satunya adalah sarana untuk pengobatan dan kelancaran rezeki.

Banyak juga dari para peziarah yang membawa pulang air dari sendang ini sebagai prosesi 'Ngalap Barokah'. Selain itu dengan kunjungan peziarah yang silih berganti mengunjungi tempat tersebut.

Masyarakat sekitar juga mendapatkan barokah berupa rezeki atas kedatangan para tamu peziarah dari berbagai kota di sekitaran Ungaran.

Source: Universitas Sultan Agung Semarang, Jawa Pos

Editor : Baskoro Septiadi
#Karomah Sendang Nyatnyono #Karomah Sendang Ungaran #Kalimah Toyyibah Nyatnyono #Sendang Nyatnyono Ungaran #Sendang Kalimah Toyyibah