RADARSEMARANG.ID, TUNTANG - Batik lokal khas Kabupaten Semarang akan ditargetkan menjadi tren fashion di Indonesia.
Dalam mendukung hal tersebut, Pemkab Semarang meresmikan Sentra Batik dan Oleh-Oleh Kabupaten Semarang di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kamis (21/12).
Di dalam sentra batik tersebut untuk saat ini terdapat 26 pembatik dari wilayah Kabupaten Semarang yang produk dan kreasinya dipasarkan.
Dan untuk kedepannya secara bertahap akan memfasilitasi seluruh pembatik yang ada untuk memasarkan produk batiknya masing-masing.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan keberadaan Rumah Kemasan dan Promosi tersebut bisa menjadi salah satu wadah promosi produk UMKM di Kabupaten Semarang terutama produk batik.
Dan kedepannya sentra oleh-oleh, UMKM, dan batik akan tersebar di beberapa titik di Kabupaten Semarang.
"Nantinya wisatawan akan diarahkan kesini dan kami sudah bekerjasama denhan beberapa pihak lain untuk menarik wisatawan datang kesini," ujarnya.
Terdapat beberapa fasilitas yang ada di Rumah Kemasan dan Promosi Sentra Batik dan Oleh-Oleh yang berada di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang tersebut.
Di antaranya berbagai stand produk batik dan UMKM, kemudian ada juga pusat kopi sekaligus cafe kopi, pusat kuliner, dan rumah kemasan untuk berbagai kebutuhkan kemasan batik serta UMKM.
"Banyak stand UMKM yang ada disini dan jumlahnya ada sekitar 600 UMKM binaan Pemkab Semarang. Serta terdapat 26 pembatik yang memasarkan produknya," katanya.
Disamping itu, usai peresmian Rumah Kemasan dan Promosi Sentra Batik dan Oleh-Oleh Kabupaten Semarang di Lopait Tuntang.
Pemkab Semarang akan menyiapkan sentra yang sama yang berada di Pasar Kembangsari, Kecamatan Tengaran.
"Kami juga akan siapkan sentra batik dan UMKM di destinasi wisata Desa Bergas Lor. Serta Eks Pasar Ikan Higenis di Babadan, Ungaran Barat akan kami jadikan juga sentra kuliner, batik, dan UMKM di Kabupaten Semarang, " terangnya.
Tidak hanya itu, untuk pengemasan Pemkab Semarang bersama Diskumperindag Kabupaten Semarang akan mengembangkan cara kemasan untuk Sate Suruh dan Gecok.
Agar kedua kuliner khas Kabupaten Semarang tersebut bisa dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis batik yang dipasarkan.
Seperti Batik Lumintu dan Batik Gemawang, serta inovasi batik lainnya seperti Batik Ciprat dan Batik Ecoprint.
"Diharapkan dengan adanya sentra batik ini bisa memperkenalkan batik khas Kabupaten Semarang ke pasar yang lebih luas bahkan sampai ke luar negeri," ujarnya.
Rumah Kemasan dan Promosi juga bertujuan untuk pengembangan kemasan pada produk basah. Pihaknya juga mencari cara agar produk basah tersebut bisa awet dan bertahan lama saat dijual.
"Tapi yang jelas kami harapkan ada kreativitas dari pelaku UMKM, meski Pemkab Semarang menyediakan fasilitas untuk kemasan dan promosi ini. Sehingga produk-produk UMKM Kabupaten Semarang ini bisa jadi lebih berkembang lagi," imbuhnya. (nun)
Editor : Agus AP