RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang masih zero atau tidak ada kasus.
Kendati demikian Pemkab Semarang melalui Dinkes Kabupaten Semarang melakukan sejumlah upaya pencegahan masuknya virus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Semarang, dr Endah Indriati Wurjaningrum mengatakan belum terdapat warga yang terpapar virus Covid-19 di Kabupaten Semarang. Terutama virus Covid-19 varian baru yakni EG.5.1.
"Jika melihat tahun kemarin per bulan Maret 2020 di Kabupaten Semarang total terdapat 33.504 kasus. Dan 1.249 diantaranya telah meninggal dunia," ujarnya.
Dan per bulan Oktober hingga Desember 2023 saat ini, tidak ditemukan kasus kasus baru pasien yang terpapar virus Covid-19 di Kabupaten Semarang.
Sehingga saat ini masih zero kasus untuk Kabupaten Semarang.
Meskipun demikian pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat, petugas, maupun tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Semarang.
Pengamatan pun terus dilakukan secara rutin untuk mendapatkan data terkini.
"Data terbaru yang kami dapat akan diseminasi atau disebarluaskan ke masyarakat dengan cara sosialisasi," ujarnya.
Proses pengamatan yang dilakukan juga menggunakan aplikasi SKDR atau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons dimana ada kode AC yang digunakan untuk pelaporan kasus suspect Covid-19. Dan pelaporan rutin dilakukan setiap satu minggu sekali.
"Kami tekankan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 bagi yang belum vaksin ataupun yang belum lengkap untuk vaksinasinya. Stok vaksin juga masih tersedia dan aman jumlahnya," katanya.
Pihaknya menyebutkan warga di Kabupaten Semarang tidak mudah panik tetapi sudah banyak yang waspada.
Yang paling penting menurutnya adalah menerapkan 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan menjaga mobilitas.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menghimbau kepada warga untuk selalu waspada dan memantau informasi terkini.
Karena kasus di Kabupaten Semarang tahun lalu cukup banyak dan pesat.
"Harus waspada harus dijaga bersama-sama, jangan sampai mempengaruhi kesehatan, ekonomi, dan sosial kita di Kabupaten Semarang. Semoga saja cepat hilang lagi virusnya, dan semua kembali normal, tapi untuk saat ini Pemkab Semarang minta warga untuk waspada," pungkasnya. (nun)
Editor : Agus AP