Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Temanggung Yuli Krisna Arianti mengatakan, penanaman rumput vetiver merupakan upaya green construction. Hal ini untuk menanggulangi longsor dan erosi dengan metode vegetatif.
Yaitu dengan vetive system atau teknologi sederhana dengan memanfaatkan tanaman vetiver hidup untuk konservasi tanah dan air, serta perlindungan lingkungan.
“Tanaman vetiver ini dikenal dengan tanaman akar wangi, tidak menghasilkan bunga dan biji, serta daya adaptasi dengan pertumbuhan yang sangat luas. Sistem perakaran serabut dan masuk jauh ke dalam tanah membuat tanaman ini sebagai tanaman anti longsor dan erosi,” katanya Kamis (16/2).
Selain itu, tanaman vetiver juga memiliki keunggulan lain, antara lain tahan terhadap variasi cuaca, dapat tumbuh di lahan yang berat, seperti di tanah lempung atau tanah liat, dapat menahan laju run off air dan material longsor.
Lalu akarnya mengikat tanah sampai kedalaman tiga meter, efektif jika ditanam dalam bentuk barisan seperti pagar dan harganya juga terjangkau. “Penanaman dilakukan di tempat tersebut, karena sebelumnya terjadi bencana longsor pada 30 November 2022 lalu,” ujarnya.
BPBD juga bekerjasama dengan DPRKPLH untuk melaksanakan kegiatan serupa di beberapa titik. Di antaranya, Dusun Buntu dan Dusun Sekidang, Desa Tempelsari di Kecamatan Tretep dan Dusun Lamuk pada 9 Februari 2023, Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran yang rencananya akan dilaksanakan 25 Februari memdatang. Menurutnya, ketiga daerah tersebut berada di daerah tebing dan rawan bencana longsor. (din/ton) Editor : Agus AP