Salah satu tempat legendaris adalah Brongkos Menggoro Nok Rokhayati, di Menggoro, Kecamatan Tembarak, Nolobangsan Timur, Menggoro, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung. Kuliner brongkos ini awalnya dipopulerkan mbah Wali Menggoro saat mengadakan pesta untuk masyarakat setempat. Menunya yang dihidangkan selalu kepala kambing. Karena cita rasa lezat, menjadi kuliner khas dan sampai sekarang terkenal di Menggoro.
Begitu dihidangkan, aroma khas daging kambing langsung tercium. Begitu dipegang, daging dan kulit kepala langsung terkelupas. Dagingnya sangat empuk dan tidak bau prengus. Rasa pedas Brongkos benar-benar membuat keringat bercucuran. Sensasi mengupas daging dari tulang menambah keasyikan dalam menikmati Brongkos Menggoro. Saat tersisa tulangnya, bisa langsung menyeruput pori-pori tulang yang semakin tambah nikmat. “Tidak dikasih tahu atau kacang, murni kambing. Brongkos identik dengan pedas,” kata pemilik warung Brongkos Menggoro Nok Rokhayati.
Untuk mendapatkan cita rasa lezat dan daging empuk membutuhkan proses panjang. Kepala kambing dibakar, kemudian dicuci dan direbus sampai dua jam. Setelah itu baru dimasak. Untuk bumbunya menggunakan rempah-rempah ditambah cabai. Dalam penyajian penjual menggunting kepala kambing saat sebelum dihidangkan kepada pembeli.
Dalam satu hari, Bu Nok - sapaan akrabnya – bisa memasak sebanyak 10 sampai 20 kepala kambing. Pembeli biasanya masyarakat dari Temanggung, khususnya pegawai kantor. Meski terkadang ada orang dari luar daerah, seperti Jogja, Solo, Semarang, Jakarta, Bekasi, Bogor dan lainnya. “Bupati Temanggung Pak Khadziq sering kesini. Pernah juga mengajak temannya sesama bupati makan disini, bungkus juga untuk dibawa pulang,” akunya
Brongkos Menggoro sudah buka sejak tahun 1987. Awalnya, ia ikut simbah berjualan brongkos di rumah di Tembarak, kurang lebih 500 meter dari tempat jualannya saat ini. Sekarang rumahnya sudah dibangun dan tetap berbentuk warung, apabila ada rombongan diatas 20 orang dibawa ke sana. Pernah ada rombongan dari Jakarta 44 orang. Kalau di rumah luas, parkiran juga luas. “Pembeli bisa memilih setengah kepala kambing, isinya kuping, mata, pipi, harganya Rp 50 ribu. Selain kepala ada kaki seharga Rp 10 ribu, lidah Rp 50 ribu tergantung besar kecilnya,” ungkapnya.
Pelanggan brongkos Bu Nok, Priyo Sembodo mengaku kesengsem dengan cita rasa brongkos yang legendaris. Rasanya enak, dagingnya lembut, bumbunya meresap, dan harganya terjangkau. “Disini banyak pilihan, ada lidah, kaki dan lainnya tergantung selera. Saya merasa puas makan brongkos sudah jadi langganan,” ujarnya. (din/fth) Editor : Agus AP