Kompetisi liga santri ini diikuti 3 pondok pesantren (ponpes). Yaitu, Darul Muttaqien, Hidayatul Mubtadi’in dan Watu Gede. Meskipun hanya diikuti 3 klub, pertandingan berlangsung meriah. Terbukti, penonton memenuhi tribun mendukung klub masing-masing. Selain itu, sebelum pertandingan final, penonton disuguhkan dengan penampilan kesenian kuda lumping.
Dandim 0706 Temanggung Letnan Kolonel Inf Denver M. H. Napu menuturkan, untuk liga santri di Kabupaten Temanggung terdiri dari 3 ponpes dikarenakan aturan-aturan pemain. Di antaranya adalah usia, yaitu 14 sampai 16 tahun. Disamping itu, hanya ada beberapa ponpes yang memiliki ekstrakurikuler sepak bola. Dia berharap, ke depan para santri semakin guyub mempunyai banyak teman dari ponpes lainnya. Selain itu, para santri diharapkan juga dapat menaikkan keahlian sepakbola.
“Apabila menang di tingkat kodim akan dilanjutkan ke korem atau provinsi, selanjutnya sampai tingkat nasional di Jakarta,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang. (din/lis) Editor : Agus AP