Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Temanggung Tri Winarno mengatakan realisasi PAD Temanggung di kuartal ketiga ini mencapai Rp 210 miliar lebih atau 77,58 persen dari target Rp 271 miliar lebih.
“Semuanya masih on track. Dari semua komponen PAD semuanya masih bagus pencapaiannya,” katanya ditemui usai rapat monitoring dan evaluasi PAD Temanggung di Loka Bakti Praja, kompleks kantor Setda Temanggung, Senin (18/10).
Ia menambahkan dari semua komponen PAD - pajak daerah, hasil kekayaan BUMD, restribusi- pendapatan pencapaiannya di atas 70 persen. “PBB misalnya bisa mencapai 90 persen. Bahkan pajak BUMD sudah seratus persen dari 19,6 miliar,” terangnya.
Meski begitu, ia mengatakan masih ada beberapa sektor PAD yang menjadi perhatian khusus. Seperti pajak restoran dan hotel, nilai sewa Pasar Legi yang payung hukumnya masih disusun. Juga masalah parkir baik khusus maupun umum. “Parkir khusus baru tercapai 40 persen tapi targetnya cuma Rp 42 juta. Parkir tepi jalan umum baru 60 persen dari Rp 64,5 juta, jadi kita optimistis bisa tercapai,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengapresiasi kinerja semuanya dan kepatuhan masyarakat yang telah membayar pajak. “PBB Temanggung sudah sangat bagus. Berkat kepatuhan masyarakat, namun untuk mencapai 100 persen akan kita kejar kembali,” tuturnya.
Wabup mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan capaian PAD ada yang belum optimal. Salah satunya karena pandemi Covid-19. “Pajak hotel restoran, PBB, parkir, dan restribusi-restribusi lainnya sangat terpengaruh oleh pandemi,” katanya.
Meski demikian, wabup optimistis target PAD 100 persen bisa tercapai di akhir 2021. “Tentunya dengan dukungan semua pihak, OPD dan warga kita optimistis target tercapai bisa terpenuhi,” pungkasnya. (nan/lis) Editor : Agus AP