Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ini Tiga Kendaraan di Dunia Nyata yang Terinspirasi dari Film Star Wars

Adityo Dwi Riyantoto • Jumat, 2 Mei 2025 | 01:24 WIB
XTURISMO,  Sepeda motor terbang saat ini hanya diperbolehkan terbang di trek balap.
XTURISMO, Sepeda motor terbang saat ini hanya diperbolehkan terbang di trek balap.

RADARSEMARANG.ID – Kemajuan teknologi dunia otomotif kian pesat, khususnya sepeda motor dengan baling-baling alias bisa terbang.

Mungkin tidak lama lagi kita akan melihat motor lalu lalang di udara dan tentunya bebas dengan kemacetan.  

Ada beberapa perusahaan otomotif  yang mampu membuat sepeda motor terbang, salah satunya  Aerwins berhasil membuat sepeda motor yang bisa terbang yang bernama Hoverbike XTURISMO.

Aerwins merupakan perusahan spesialis membuat drone dan kendaraan tak berawak.

Aerwins menyebut akan mengembangkan model yang lebih kecil tahun depan dengan panel listrik pada tahun 2025 untuk dijual sekitar USD50.000 atau setara dengan Rp749,5 juta.

Sementara untuk model XTURISMO saat ini mencapai USD777.000 setara dengan Rp11,6 miliar lebih.

Shuhei Komatsu selaku CEO Aerwins diketahui menyukai film Star Wars sejak kecil.

Dia mengaku Hoverbike XTURISMO terinspirasi dari film tersebut. "Saya ingin membuat sesuatu dari film itu nyata," katanya.

XTURISMO sudah dijual di Jepang. Alasannya, di Jepang kendaraan itu tidak masuk klasifikasi pesawat terbang.

Jadi pengoperasiannya tidak memerlukan lisensi khusus.

Akan tetapi, Jepang menerapkan peraturan ketat untuk XTURISMO.

Sepeda motor terbang itu hanya diperbolehkan terbang di trek balap.

Seperti diketahui, XTURISMO dilengkapi dengan dua rotor tengah besar yang bergerak berkat mesin sepeda motor Kawasaki bertenaga  228Hp.

Empat rotor pendukung listrik yang lebih kecil juga terletak di tepi luarnya.

Saat diparkir, XTURISMO bertumpu pada dua tempat pendaratan, mirip dengan   helikopter konvensional.  

Selain XTURISMO, juga ada Jetson one’s yang telah diperkenalkan ke publik pada tahun 2022 dan telah memiliki sertifikat eVTOL ultralight pertama yang diizinkan terbang di seluruh Italia.

Pada tahun 2025,  Jetson one’s eVTOL siap produksi  untuk uji terbang.

Di sana, ia terbang maju mundur, bahkan terkadang melayang tanpa menggunakan tangan.

Jetson one’s dapat  melayang di udara tanpa kendali pilot.  Perusahaan menggambarkannya sebagai pesawat yang terasa seperti 'Anakin Skywalker dari Star Wars.'

Tim membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan eVTOL siap produksi pertamanya.  

Saat ini, Jetson berencana untuk mengirimkan eVTOL siap produksi mulai tahun 2026.

Jetson one’s memiliki fitur pendaratan otomatis, dengan sensor radar.

Bahkan terdapat parasut balistik  sebagai bagian dari fitur keselamatan.

Dari segi spesifikasi, pesawat dapat terbang di udara selama sekitar 20 menit, dengan kecepatan maksimum 63 mil per jam.

Pilot mengendalikannya menggunakan joystick empat sumbu, dan sasisnya berasal dari rangka pesawat luar angkasa yang seluruhnya terbuat dari aluminium.

jetson ONE’s dapat  melayang di udara tanpa kendali pilot
jetson ONE’s dapat melayang di udara tanpa kendali pilot

Dan yang terakhir yakni Ryse Recon, drone seukuran manusia dengan model seperti sespan sepeda motor.

Kendaraan udara ultralight satu orang yang lepas landas dan mendarat secara vertikal, berkat mekanisme terbang otomatis yang didukung oleh AI, dengan  cukup menekan tombol "Mendarat Sekarang".

Ryse Recon memiliki enam baling-baling bahkan memungkinkan Anda mendarat di air.  

Ryse Recon dapat  membantu peternak dan petani dengan cepat mencapai bagian tanah mereka yang sulit diakses. Dan Anda tidak memerlukan lisensi pilot untuk menggunakannya.

"Saya bisa mengajari Anda menerbangkannya dalam 15 menit," kata Mick Kowitz, CEO Ryse Aero Technologies. (dit/bas)

 

Ryse Recon kendaraan udara ultralight dengan kapasitas satu orang
Ryse Recon kendaraan udara ultralight dengan kapasitas satu orang

 

 

   

Editor : Baskoro Septiadi
#otomotif #Teknologi