Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

CEO Telegram Ditangkap di Perancis, Inilah Sejarah Lengkap Berdirinya Aplikasi Komunikasi Berbasis Cloud

Tasropi • Rabu, 28 Agustus 2024 | 21:04 WIB
Ilustrasi CEO Telegram, Pavel Durov.
Ilustrasi CEO Telegram, Pavel Durov.

RADARSEMARANG.ID, Baru-baru ini, dunia teknologi dikejutkan dengan berita penangkapan Pavel Durov, CEO dan pendiri Telegram, di Perancis terkait sejumlah kasus yang sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna dan pengamat industri, mengingat Telegram adalah salah satu aplikasi pesan instan terbesar di dunia dengan ratusan juta pengguna aktif.

Meskipun kasus ini masih dalam tahap investigasi, penangkapan Durov telah menimbulkan spekulasi tentang masa depan Telegram dan dampaknya pada jutaan pengguna yang bergantung pada layanan ini untuk komunikasi sehari-hari.

Telegram, yang dikenal karena komitmennya terhadap privasi dan kebebasan berekspresi, kini berada dalam sorotan global.

Telegram adalah aplikasi pesan instan yang dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh Pavel Durov, seorang pengusaha asal Rusia.

Aplikasi ini menawarkan perangkat lunak klien dengan kode sumber terbuka, meskipun beberapa bagiannya mengandung komponen binari yang tidak sepenuhnya terbuka.

Di sisi lain, kode server Telegram tetap bersifat tertutup dan dipatenkan. Dengan menyediakan API untuk pengembang independen, Telegram berhasil menarik perhatian banyak pengguna.

Pada Februari 2016, Telegram melaporkan bahwa mereka telah mencapai 100 juta pengguna aktif bulanan, dengan lalu lintas pesan harian mencapai 15 miliar.

Logo Telegram
Logo Telegram

Sejarah dan Pengembangan Telegram

Telegram diluncurkan pada tahun 2013 oleh dua bersaudara, Nikolai dan Pavel Durov, yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri platform media sosial Rusia, Vkontakte (VK).

Setelah VK diambil alih oleh sekutu Presiden Putin pada tahun 2014, Pavel Durov memutuskan untuk menjual sahamnya dan meninggalkan Rusia akibat tekanan pemerintah.

Nikolai mengembangkan protokol dasar Telegram yang berfokus pada pengiriman pesan, sementara Pavel menyediakan pendanaan dan infrastruktur melalui perusahaannya, Digital Fortress.

Meskipun Telegram merupakan entitas bisnis, perusahaan ini tidak berorientasi pada keuntungan semata, namun juga bukan organisasi non-profit.

Telegram terdaftar sebagai LLP di Inggris dan LLC di Amerika Serikat.

Mereka sengaja tidak mengungkapkan lokasi kantor pusat atau entitas hukum yang digunakan untuk melindungi tim dari permintaan data oleh pemerintah.

Sebelumnya, kantor pusat Telegram berlokasi di Berlin, Jerman, namun berpindah karena masalah perizinan tinggal tim mereka.

Setelah meninggalkan Rusia, Pavel Durov dan tim kecilnya yang terdiri dari 15 orang sering berpindah-pindah negara, hingga akhirnya bermarkas di Dubai sejak tahun 2017.

Pertumbuhan Pengguna Telegram

Pertumbuhan pengguna Telegram menunjukkan perkembangan yang pesat sejak diluncurkan.

Pada Oktober 2013, Telegram memiliki 100.000 pengguna aktif harian.

Angka ini melonjak menjadi 35 juta pengguna bulanan dan 15 juta pengguna harian pada Maret 2014.

Pada akhir tahun 2014, jumlah pengguna aktif meningkat menjadi 50 juta, dengan 1 miliar pesan yang dikirimkan setiap hari.

Pada Februari 2016, Telegram mengumumkan bahwa mereka telah mencapai 100 juta pengguna aktif bulanan dengan 350.000 pengguna baru setiap hari, dan lalu lintas pesan mencapai 15 miliar per hari.

Angka ini terus meningkat hingga pada Maret 2018, Telegram berhasil meraih 200 juta pengguna aktif bulanan.

Pada 2019, jumlah pengguna Telegram mencapai 300 juta di seluruh dunia.

Pada April 2020, Telegram melaporkan bahwa mereka telah mencapai 400 juta pengguna aktif bulanan.

Angka ini meningkat tajam hingga 500 juta pada Januari 2021. Ketika terjadi pemadaman Facebook pada Oktober 2021, Telegram memperoleh tambahan 70 juta pengguna baru.

Pada Juni 2022, Telegram mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan telah mencapai 700 juta, menjadikan Telegram salah satu aplikasi pesan instan terpopuler di dunia.

Terbaru Juli 2024 jumlah pengguna Telegram sudah mencapai 950 juta.

Dengan lonjakan pengguna yang terus meningkat, Telegram kini menjadi platform komunikasi penting yang terus berkembang pesat di tengah persaingan global aplikasi perpesanan.**

Editor : Tasropi
#pendiri telegram #aplikasi komunikasi #pavel durov