Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tak Hanya di Belanda, Ternyata Tegal Pernah Menjadi Tempat Perayaan Pernikahan Putri dari Ratu Wilhelmina

Muchammad Nachirul Ichsan • Sabtu, 1 Juni 2024 | 12:33 WIB
Perayaan pernikahan Juliana di Tegal
Perayaan pernikahan Juliana di Tegal

RADARSEMARANG.ID - Wilhelmina merupakan ratu Belanda yang memimpin seluruh negeri kincir angin dan tanah koloninya termasuk Hindia Belanda.

Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda tak lepas dari berbagai kebijakan dari sang ratu.

Bahkan ada kebijakannya yang mewajibkan menyematkan namanya untuk bangunan penting seperti taman, terowongan, gedung, dll.

Selain itu seluruh negeri dan wilayah jajahannya wajib merayakan hari penting untuk pemimpin Belanda itu seperti Hari Ulang Tahunnya.

Termasuk perayaan hari pernikahan sang putri yaitu Juliana, semua wilayah kekuasaanya diharuskan untuk merayakan.

Tidak terkecuali di Kota Tegal yang menjadi daerah penting pada saat itu, diadakan perayaan khusus di pusat kota.

Saat itu Juliana menikah dengan Prince Bernhard pada tahun 1937 di Belanda.

Perayaan di Tegal sendiri dipusatkan di gedung kantor pos atau di dekat rumah residen saat itu.

Dirayakan di Kota Bahari dengan konsep "The Royal Wedding" dengan beberapa dekorasi di gedung kantor pos.

Pada salah satu foto perayaan itu, terlihat sisi depan bangunan kantor pos dan telegraf itu diberikan hiasan dengan inisial "JB".

Insial tersebut merupakan nama dari Juliana dan Bernhard yang sedang berbahagia di hari pernikahannya.

Sedangkan sang ibunda menjadi Ratu Belanda sejak 1890 - 1948, menjadi yang terlama berkuasa lebih dari 50 tahun.

Masa kekuasannya menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dan sejarah dunia, perang Dunia I dan Perang Dunia II, Krisis Ekonomi tahun 1933, dan juga kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial.

Pada tanggal 4 September 1948, Wilhelmina menyerahkan tampuk kekuasaan kepada anaknya tersebut.

Juliana juga yang akhirnya mengakui kedaulatan negara Indonesia setelah pertemuannya dengan Mohammad Hatta dalam penyelesaian Diplomasi di Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

Editor : Baskoro Septiadi
#Sejarah Tegal #putri juliana #Ratu Belanda #Tempat Bersejarah #kantor pos tegal #Ratu Wilhelmina #hindia belanda #bernhard #konferensi meja bundar #pernikahan putri ratu belanda