AHY juga mendorong kader Partai Demokrat yang duduk di DPR untuk ikut melakukan pendampingan dalam mempermudah pemasaran pelaku UMKM.
Hal itu disampaikan AHY saat Safari Ramadan di sentra batik Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Selasa (4/4) sore tadi.
Di lokasi tersebut, AHY sempat berdialog dengan para perajin batik tulis dan cetak, termasuk melihat proses pembuatannya.
Kedatangan AHY didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti dan Ketua DPC Partai Demokrat Sragen Budiono Rahmadi.
Selain itu, juga anggota dewan dari Partai Demokrat dan para kader partai berlambang bintang mercy ini.
"Saya mendengarkan keluhan para perajin batik. Pasca pandemi ini mereka mengalami kesulitan. Harga-harga naik, sedangkan penghasilan mereka cenderung turun. Banyak juga pekerja yang dirumahkan ketika terjadi pandemi, dan saat ini belum bisa bangkit kembali. Belum bisa pulih," kata AHY usai berdialog dengan warga kepada RADARSEMARANG.ID.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama rombongan DPD Partai Demokrat Jateng dan DPC Partai Demokrat Sragen sekaligus bersilaturahmi dengan para perajin batik.
Menurut AHY, kehadirannya juga seiring dengan perjuangan Partai Demokrat yang ingin lebih fokus pada upaya menghadirkan solusi.
"Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di bawah. Tadi saya minta kepada teman-teman kader Demokrat yang ada di wilayah Jawa Tengah, khususnya yang ada di Sragen, termasuk anggota dewan kita, baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk sama-sama berembug program-program yang memang diperlukan masyarakat," ujarnya.
AHY juga menyebutkan, secara nasional, belum banyak pelaku UMKM yang berhasil masuk ke pasar digital atau pasar online.
Sehingga perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan pelaku UMKM. Tujuannya agar semakin mudah memasarkan produknya.
"Kalau kita menggunakan aplikasi platform digital yang mudah digunakan dari handphone saja, saya yakin ini akan menambah luas pemasarannya dan meningkatkan omzetnya. Sehingga tidak hanya bisa dibeli atau dinikmati oleh mereka yang datang ke sentra ini saja dan bukan hanya masyarakat Sragen saja, tetapi juga masyarakat Indonesia lainnya, bahkan sampai luar negeri," katanya.
Selain itu, lanjut AHY, menjaga kelestarian batik sangat penting dilakukan. Alasannya, batik merupakan warisan leluhur nenek moyang Indonesia.
Tentunya untuk menjaga kelestarian tersebut, perlu adanya dukungan kepada para perajin batik untuk mengembangkan usahanya.
"Mudah-mudahan batik yang memang menjadi warisan leluhur kita, menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, tidak hilang dan bahkan bisa bertahan. Tentunya kita ingin memajukannya. Jangan sampai makin lama justru makin berkurang," harapnya.
"Kalau nasib dan kesejahteraan para pembatik ini kita perhatikan, Insya’ Allah produksi batik juga akan semakin luas, semakin berkualitas, dan bukan hanya menjadi komoditas dalam negeri, tetapi juga bisa dipasarkan secara internasional," tambahnya.
Usai dari sentra batik, AHY melanjutkan Safari Ramadan di Ganesha Techno Park Kabupaten Sragen.
Di tempat yang dulu diresmikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, AHY ngabuburit dan berbuka bersama warga.
Begitu turun dari mobil, AHY langsung diserbu emak-emak dan remaja perempuan. Mereka ingin mengajak foto selfi dan bersalaman.
Saat tiba waktu magrib, AHY berbuka puasa bersama rombongan dan membaur dengan pengunjung Ganesha Techno Park.
"Saya berharap ini adalah kunjungan yang baik. Dan mudah-mudahan ke depan, saya bisa lebih sering datang ke Sragen. Mudah-mudahan juga, para kader Demokrat juga bisa lebih membaur dengan masyarakat," katanya.
Selasa malam, AHY melakukan silaturahmi dengan kaum milenial di Rumah Makan Djos Gandos Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Sragen.
Sedangkan Safari Ramadan, Rabu (5/4), AHY akan mengunjungi Sentra Kerajinan Tembaga Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pukul 14.00, serta bersilaturahmi dan buka puasa bersama pengurus Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali serta menyerahkan santunan anak yatim piatu di Embarkasi Haji Donohudan pukul 16.00.
Sedangkan malam harinya pukul 21.00, AHY akan Ngopi Bareng Masyarakat Solo di Kafe Tiga Ceret di Jalan Ronggowarsito Solo. (mha/aro/ap) Editor : Agus AP