RADARSEMARANG.ID - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan gebrakan besar untuk kalender BWF World Tour yang akan berlaku dalam siklus empat tahun ke depan.
World Tour memasuki siklus ketiganya sejak menggantikan BWF Superseries pada 2018 dan membawa perubahan signifikan demi memperkuat statusnya sebagai sirkuit elite bulu tangkis dunia.
Salah satu sorotan utama adalah peningkatan prize money di seluruh level turnamen.
Lonjakan paling besar terjadi di level Super 1000 yang kini memiliki total hadiah uang 2 juta dolar AS, naik dari sebelumnya 1,45 juta dolar AS.
Standar baru ini sebelumnya hanya diterapkan di China Open, namun mulai era baru akan berlaku untuk seluruh turnamen Super 1000.
Jumlah turnamen Super 1000 juga bertambah menjadi lima dalam setahun.
Denmark Open naik kelas dari Super 750 dan bergabung dengan All England, Indonesia Open, serta turnamen elite lainnya.
All England tetap dipertahankan di level tertinggi demi menjaga warisan turnamen tertua dunia, sementara Indonesia Open juga tetap berstatus Super 1000 untuk empat tahun ke depan.
BWF turut memperkenalkan format baru khusus Super 1000.
Sektor tunggal putra dan putri akan diikuti 48 pemain dengan sistem penyisihan grup sebelum fase gugur, menyerupai format Olimpiade.
Sektor ganda putra menggunakan sistem gugur dengan 32 pasangan.
Dampaknya, durasi turnamen diperpanjang menjadi 11 hari dengan total 1.095 pertandingan yang seluruhnya disiarkan.
Di tengah padatnya kalender, BWF menjanjikan ekosistem yang lebih ramah atlet dan tengah mengkaji sistem poin 3x15 serta aturan servis 25 detik.
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menegaskan bawah World Tour baru ini bukan sekadar rangkaian turnamen, melainkan upaya membangun budaya, identitas, dan masa depan bulu tangkis sebagai olahraga global yang relevan dan imersif. (dan)
Editor : Baskoro Septiadi